Penelitian ini dilakukan untuk menelaah kebutuhan pengembangan media KOKANYA sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa kelas II sekolah dasar terhadap materi kalimat tanya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berfokus pada analisis kebutuhan. Subjek penelitian mencakup guru dan siswa kelas II sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui tiga teknik, yaitu observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Observasi bertujuan mengetahui kondisi nyata pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas, wawancara digunakan untuk menggali kendala pembelajaran serta kebutuhan terhadap media, sementara angket dipakai untuk menjaring respons dan kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi kalimat tanya masih didominasi metode ceramah dan penggunaan buku paket, sehingga siswa cenderung pasif dan mudah bosan. Selain itu, sejumlah siswa mengalami hambatan dalam memahami penggunaan kata tanya dan menyusun kalimat tanya yang tepat. Baik guru maupun siswa memerlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa media KOKANYA layak dikembangkan karena memadukan unsur gambar, warna, dan permainan yang dapat mendukung pemahaman siswa terhadap materi kalimat tanya. Media ini diharapkan menjadi alternatif pembelajaran yang mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih dinamis, menarik, dan menyenangkan.
Copyrights © 2026