Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keterampilan bercerita siswa melalui penerapan model pembelajaran Paired Storytelling pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD Negeri 040460 Berastagi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif berupa skor tes keterampilan bercerita siswa. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 040460 Berastagi yang berjumlah 24 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes bercerita, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penilaian keterampilan bercerita meliputi aspek kelancaran, penguasaan cerita, ketepatan pengucapan dan intonasi, volume suara, penyusunan alur cerita, ekspresi, pilihan kata, pelafalan, pemahaman isi cerita, serta keberanian dan percaya diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Paired Storytelling memberikan dampak positif terhadap kemampuan bercerita siswa. Berdasarkan hasil tes, terdapat 5 siswa (20,83%) berada pada kategori sangat baik, 13 siswa (54,17%) pada kategori baik, dan 6 siswa (25%) pada kategori cukup. Siswa mampu menyampaikan cerita secara lebih runtut, jelas, dan percaya diri setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model Paired Storytelling. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam penggunaan kosakata, intonasi, serta penyusunan alur cerita yang sistematis. Dengan demikian, model pembelajaran Paired Storytelling dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan bercerita siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026