Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai akhlakul karimah serta efektivitasnya dalam menanggulangi perilaku bullying (perundungan), baik secara langsung maupun cyberbullying, di kalangan remaja Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Di era digital saat ini, pergeseran moral remaja menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan dan sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap informan utama yang terdiri dari guru Bimbingan Konseling (BK), tokoh agama, orang tua, serta remaja di Kecamatan Kota Manna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi dilakukan melalui tiga tahapan utama: transformasi nilai, transaksi nilai, dan transalisasi nilai. Nilai-nilai akhlakul karimah seperti tasamuh (toleransi), tawadhu (rendah hati), dan rahmatan lil 'alamin terbukti mampu meredam tindakan agresif remaja di ruang siber maupun dunia nyata apabila ditanamkan secara konsisten melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Copyrights © 2026