Capaian numerasi siswa Indonesia dalam PISA 2022 mencerminkan problem mendasar pada pembelajaran sekolah dasar yang masih terkait pola konvensional. Sebagai solusi pembaharu, diterapkanlah model SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual) yang hadir bagai pendekatan inovatif yang memadukan gerak fisik, stimulasi auditori, pengolahan informasi secara visual, serta aktivitas intelektual guna mendorong keterlibatan peserta didik secara lebih aktif dalam pembelajaran. Kajian ini diarahkan untuk menelaah sejauh mana model SAVI memengaruhi capaian belajar matematika peserta didik SD dengan mempergunakan metodeSystematic Literature Review (SLR) yang berlandaskan tahapan PRISMA. Penelusuran sumber artikel bersumber dari Google Scholar mempergunakan bantuan aplikasi Publish or Perish, dengan batas publikasi yang ditetapkan pada kurun 2021–2025. Sebanyak 26 publikasi yang berhasil dihimpun kemudian melalui tahapan penyaringan berdasarkan kriteria kelayakan, menyisakan 10 naskah yang memenuhi syarat untuk ditelaah mendalam; hasil sintesis memperlihatkan bahwasannya sembilan penelitian melaporkan pengaruh positif model SAVI terhadap peningkatan hasil belajar matematika, sementara satu penelitian lainnya menyatakan hasil yang tidak signifikan. Pembahasan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas model. Kesimpulannya, model SAVI efektif meningkatkan hasil belajar matematika, meskipun keberhasilannya bersifat kondisional. Temuan ini dapat menjadi acuan pengembangan pembelajaran matematika di SD.
Copyrights © 2026