Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mranak memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian lokal. Namun, terdapat beberapa kendala dalam meningkatkan daya saing pasar seperti keterbatasan pengetahuan digital, tidak adanya lokasi usaha di internet, dan minimnya penerapan situs pembayaran nontunai. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan digitalisasi melalui pendaftaran usaha Google Maps dan menyediakan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM di Desa Mranak. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek yang ikut serta dalam penelitian, bukan sebagai objek. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tahapan dalam mewujudkan program digitalisasi UMKM yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selain itu, kegiatan ini menggunakan metode door to door agar dapat mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat. Adapun manfaat pemasangan QRIS dan alamat di Google Maps pelaku UMKM di Desa Mranak adalah dapat menjangkau target pasar yang lebih luas, mempermudah transaksi pembayaran, dan meningkatkan pengetahuan digital. Pendampingan menggunakan konsep kolaborasi pentahelix ini terbukti efektif dalam mentransformasikan UMKM konvensional menuju ekosistem digital yang adaptif. Hal ini dilakukan untuk mendukung kemandirian ekonomi desa berkelanjutan, inovasi UMKM, dan mengurangi kesenjangan teknologi antar pelaku usaha sesuai dengan poin 8,9, dan 10 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Tahun 2030.
Copyrights © 2026