Rendahnya literasi politik warga desa kerap menjadi celah bagi politik uang, hoaks, dan ujaran kebencian menjelang pemilu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi politik anak muda Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, agar mampu berperan sebagai pemilih cerdas pada Pemilu Serentak 2024. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Aliyah Daarul Mustaqiem dengan 68 peserta yang seluruhnya belum pernah menggunakan hak pilih. Metode yang digunakan meliputi pemetaan diagnost, sosialisasi partisipatif, pembelajaran berbasis studi kasus, serta simulasi pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara. Capaian dievaluasi secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan refleksi peserta dengan lima indikator literasi politik sebagai kerangka penilaian. Pemetaan diagnostik menunjukkan peserta hanya mengenali 6 dari 24 figur kandidat yang disajikan, seluruhnya tokoh nasional, dan tidak satu pun kandidat di daerah pemilihan Kabupaten Bogor. Perubahan paling nyata terjadi pada pemaknaan politik uang, yakni peserta yang semula membatasinya pada pemberian uang tunai menjadi mampu mengenali pemberian barang dan jasa sebagai politik uang. Melalui simulasi, peserta juga mampu menunjukkan titik rawan pelanggaran sebelum, saat, dan setelah pemungutan suara. Kegiatan ini menegaskan bahwa metode praktik lebih efektif dibandingkan ceramah satu arah, serta merekomendasikan pendidikan politik berkelanjutan yang menempatkan anak muda sebagai subjek
Copyrights © 2026