Teripang (Holothuroidea) atau ginseng laut memiliki nilai strategis sebagai sumber biofarmaka dan pangan fungsional. Komposisi teripang basah didominasi oleh protein (44–45%), karbohidrat (3–5%), dan lemak (1,5%), serta kaya akan kolagen, vitamin E, dan asam amino esensial. Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya, khususnya asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA), berperan krusial sebagai agen neuroprotektif, promotor penyembuhan luka, serta antitrombotik. Meskipun kawasan pesisir Kelurahan Tanjung Unggat menyimpan potensi teripang yang melimpah, utilisasinya masih terbatas pada komoditas mentah tanpa nilai tambah. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diinisiasi dengan tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman kognitif dan keterampilan teknis masyarakat dalam memproduksi minyak teripang. Program ini melibatkan 36 partisipan yang didominasi oleh ibu rumah tangga, melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi terarah, dan demonstrasi praktikal. Ketercapaian program dievaluasi secara komprehensif menggunakan instrumen kuesioner dan lembar observasi psikomotorik. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan peserta, dari 39,44 (pre-test) menjadi 85,00 (post-test) dengan tingkat efektivitas yang tinggi (skor N-Gain = 0,79; p-value < 0,001). Skor keterampilan psikomotorik peserta juga mencapai 84,17 (kategori sangat baik). Sebagai simpulan, intervensi ini terbukti efektif dalam mengakselerasi kapasitas kognitif maupun teknis masyarakat, sekaligus membuka peluang strategis bagi rintisan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mandiri berbasis bioprospeksi lokal.
Copyrights © 2026