Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013-2017 Sartika, Lili
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2013-2017 LILI SARTIKAUniversitas TanjungpuraABSTRAKPenelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran terbuka kabupaten/kota provisnsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan time series dan cross section. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan teknik PLS ( Pooled Least Square). Pengolahan data menggunakan program eviews 9 dengan menggunakan tingkat kesalahan 5% atau 0,05. Untuk menganalisis data panel, ada tiga model regresi yang dapat digunakan. Model Estimasi Regresi Data Panel : 1. Commont Effect/Pooled PLS; 2. Model Fixed Effect; 3. Model Random Effect. Untuk menguji model/persamaan pada penelitian ini akan digunakan uji statistik yaitu ujit, uji F, uji R2.Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk probability value sebesar 0.2356 ≥ 0.05 memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi probability value sebesar 0.1243 ≥ 0.05 memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Dan tingkat pengangguran terbuka probability value sebesar 0.5627 ≥ 0.05 memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan.Kata kunci : Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka 1.    PENDAHULUANKemiskinan merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh semua negara didunia termasuk negara yang sedang berkembang seperti negara Indonesia. Kemiskinan menjadi masalah besar yang telah membuat pemerintah memberikan perhatian khusus dalam merancang kebijakan untuk mengentaskan kemiskinan. Permasalahan kemiskinan akibat ketidakmerataan pembangunan yang tidak langsung menekan tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Menurut Kuncoro (2000), pertumbuhan ekonomi, pendidikan yang rendah, terbatasnya lapangan kerja, terbatasnya modal, dan beban keluarga merupakan  merupakan faktor yang dapat menimbulkan masalah kemiskinan.Untuk mengatasi masalah kemiskinan, baik itu dari peran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang telah diuraikan. Menurut Todaro (2011) faktor yang mempengaruhi dari tinggi rendahnya tingkat kemiskinan adalah pendapatan yang rendah yang menimbulkan kesenjangan dalam distribusi pendapatan dan mengakibatkan rendahnya standar hidup.2.     TINJAUAN PUSTAKA 2.1  KemiskinanMenurut Kuncoro (2000) kemiskinan merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi biaya hidup minimum. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang miskin dapat dilihat dari kemampuannya dalan memenuhi standar hidup dan kemampuan berdasarkan pendapatannya. Kemiskinan merupakan sebuah permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat dimana terdapat kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kehidupannya sehari hari baik itu pemenuhan pangan, sandang, maupun papan. Hal ini dikarenakan banyak nya yang terjadi dari masyarakat yang memiliki penghasilan yang sangat rendah dan juga rendahnya kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Dimana di negara berkembang memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan terjadi ketidakmerataan kesejahteraan masyarakat yang memicu ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat.2.2  Pertumbuhan PendudukMenurut Malthus pertumbuhan penduduk saja tidak cukup untuk berlansungnya pembangunan ekonomi. Akan tetapi, pertumbuhan penduduk adalah akibat dari proses pembangunan. Sebagaimana ditulis Malthus: “ pertambahan penduduk tidak bisa terjadi tanpa peningkatan kesejahteraan yang sebanding.” Jika tingkat akumulasi modal meningkat, permintaan atas tenaga kerja juga meningkat. Kondisi inindapat mendorong pertumbuhan penduduk. Akan tetapi pertumbuhan penduduk saja tidak meningkatkan kesejahteraan. Pertumbuhan penduduk akan meningkatkan kesejahteraan hanya bila pertumbuhan penduduk tersebut meningkatkan permintaan efektif dan peningkatan pada permintaan efektif akan menyebabkan meningkatkan kesejahteraan (Jhingan, 2003). 2.3   Pertumbuhan EkonomiMenurut teori klasik Adam Smith dalam Murni (2006) mengatakan bahwa output akan berkembang sejalan dengan perkembangan penduduk. Akibatnya pertambahan penduduk dipandang sebagai faktor yang akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Mengingat output berkembang sejalan dengan perkembangan penduduk Total Produk Nasional maka ketika itu belum berlaku konsep the low of diminishing returns. 2.4   Tingkat Pengangguran TerbukaMenurut Payman J.Simanjuntak (1998) pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan. Menurut teori Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah  orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan sesuatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan.Berikut landasan teori mengenai pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pengeluaran pemerintah serta pendukung dengan hasil penelitian-penelitian terdahulu, penulis menyusun prosedur penelitian yang di gambarkan dalam model penelitian seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 2.1Kerangka Konseptual Penelitian                  2.1.2        Hipotesis PenelitianBerdasarkan latar belakang diatas maka hipotesis dari penelitian ini yaitu:H1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Pertumbuhan penduduk  terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.H2. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Pertumbuhan ekonomi terhadap   tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.H3. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Tingkat pengangguran terbuka terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.3.    METODE PENELITIANData yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan time series dan cross section. Karena data panel memiliki beberapa objek dan beberapa periode waktu. Sumber data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, dan dari berbagai literatur yang relavan dengan pokok penelitian. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan teknik PLS ( Pooled Least Square). Pengolahan data menggunakan program eviews 9 dengan menggunakan tingkat kesalahan 5% atau 0,05. Untuk menganalisis data panel, ada tiga model regresi yang dapat digunakan. Model Estimasi Regresi Data Panel : 1. Commont Effect/Pooled PLS; 2. Model Fixed Effect; 3. Model Random Effect. Untuk menguji model/persamaan pada penelitian ini akan digunakan uji statistik yaitu ujit, uji F, uji R2. 4.     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANDalam pemilihan model regresi data panel, terdapat 3 model yang akan digunakan dalam menentukan pemilihan model mana yang terbaik untuk dipakai dalam mengestimasi data panel 3 jenis model tersebut yaitu model Commont Effect, model Fixed Effect dan model Random Effect. Dari ketiga model tersebut, maka harus dipilih salah satu jenis model yang akan digunakan dalam persamaan regresi data panel. Regresi ini dilakukan pada 14 Kabupaten /Kota di Provinsi Kalimantan Barat dalam kurun waktu 2013 sampai 2017. Berikut adalah hasil data menggunakan E-views 9.Tabel 4.1Hasil Uji Chow dan Uji Hausman Alat UjiProbabilitasR2Sum Square ResidualTaraf SigKeputusanUji Chow0,00000,2177445,64230,05Fixed EffectUji Hausman0,27650,975214,09250,05Random EffectSumber : Hasil Olahan EviewsBerdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai probalilitas dari Uji Chow sebesar 0,0000 < taraf signifikan 0,05 yang artinya model Fixed Effect lebih baik dari pada model Commont Effect. Dan setelah mendapatkan model yang terpilih dari Uji Chow tersebut maka dilanjutkan lagi dengan Uji Hausman yang dimana dilihat dari nilai probabilitasnya sebesar 0,2713 > taraf signifikan 0,05 yang artinya Random Effect lebih baik dari model Fixed Effect, maka model yang direkomendasikan adalah model Random Effect.4.1  Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap Kemiskinan                 Berdasarkan uji t menunjukkan veriabel pertumbuhan penduduk memiliki arah hubungan positif dan tidak signifikan dimana jika dilihat dari nilai probabilitasnya sebesar 0,3476 atau lebih besar dari taraf signifikan sebesar 0.05. Artinya apabila variabel pertumbuhan penduduk meningkat maka kemiskinan juga dapat meningkat. Jumlah penduduk yang meningkat akan menimbulkan jumlah tenaga kerja yang banyak juga, dilihat dari banyaknya masyarakat dan para sarjana yang ada di kabupaten/kota Kalimantan Barat yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Jumlah penduduk yang relatif tinggi tersebut mengakibatkan kesempatan kerja terbatas dan  angkatan kerja tidak dapat tertampung secara keseluruhan. Seperti yang kita ketahui bahwa didalam dunia kerja pendidikan dan keahlian maupun keterampilan seseorang sangat penting untuk meningkatkan produktifitas dan hasil produksi. 4.2  Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan                 Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan model regresi data panel menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat, jika dilihat dari nilai probabilitas 0,8841 lebih besar dari taraf signifikan yang digunakan sebesar 0,05. Artinya pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan, dan apabila pertumbuhan ekonomi meningkat maka tingkat kemiskinan juga meningkat.    Pertumbuhan ekonomi bila dilihat dari data Kalimantan Barat tahun 2013 sampai dengan 2017 memang mengalami trend kenaikan dan penurunan. Akan tetapi kenyataannya pertumbuhan ekonomi ini belum dikatakan berhasil. Tercatat masih banyaknya jumlah penduduk yang miskin, setta lapangan pekerjaan yang menurun. Penduduk miskin pada tahun 2017 sebesar 7,88%  padahal pertumbuhan ekonomi sebesar 5.17% ditahun 2017. Pertumbuhan ekonomi yang dikatakan baik apabila pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan berkurangnya kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi belum dikatakan efektif dalam mengurangi kemiskinan, karena pertumbuhan ekonomi belum merata dalam setiap golongan pendapatan termasuk dalam golongan penduduk miskin. 4.3  Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap KemiskinanHasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Diketahui tingkat pengangguran terbuka memiliki nilai probabilitas 0,9670 atau lebih besar dari taraf signifikan 5% atau 0,05 dimana artinya tingkat pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Menurut Sukirno (2016), efek buruk dari pengangguran adalah mengurangi pendapatan masyarakat yang pada akhirnya mengurangi tingkat kemakmuran dan kesejahteraan yang telah dicapai seseorang. Menurunnya kesejahteraan masyarakat yang disebabkan pengangguran yang meningkat akan menyebabkan peningkatan pada kemiskinan di suatu daerah tersebut. Mereka yang menganggur tidak dapat memiliki pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Apabila di suatu negara pengangguran itu buruk maka akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesejahteraan masyarakat dan kemiskinan akan  meningkat baik jangka pendek maunpun dalam jangka panjang.5.        KESIMPULAN DAN SARAN 5.1    KESIMPULANDisimpulkan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan berdasarkan hasil dan pembahasan, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:1. Pertumbuhan Penduduk mempunyai nilai koefisien sebesar 0.240105 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.240105%. dan pengaruh pertumbuhan penduduk di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.2. Pertumbuhan Ekonomi mempunyai nilai koefisien sebesar 0.074590 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.074590%. dan pengaruh pertumbuhan ekonomi di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.3. Tingkat Pengangguran Terbuka mempunyai nilai koefisien sebesar 0.023067 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.023067%. dan pengaruh tingkat pengangguran terbuka di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.5.2 SARANDari kesimpulan yang telah dipaparkan di atas maka peneliti dengan ini memberikan saran sebagai berikut :1. Pertumbuhan penduduk yang semakin  meningkat akan tetapi tidak dibarengi dengan dengan kualitas sumber daya manusia serta lapangan pekerjaan yang memadai maka akan berdampak pada peningkatan kemiskinan di daerah tersebut.2. Peningkaan pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan kenaikan lapangan kerja yang timbul akibat peningkatan investasi dengan lebih memilih untuk menarik investor pada sektor padat karya dengan dibarengi perbaikan pada infrastruktur.3. Pemerintah harus mengupayakan penyaluran tenaga kerja sebanyak-banyaknya agar mengurangi masalah pengangguran di Kalimantan Barat. Dalam skala kecil penggangguran sendiri belum terlalu menyebabkan masalah sosial, namun dalam skala besar pengangguran yang tinggi dapat menyebabkan masalah sosial yang lainnya salah satunya seperti tindakan kriminal yang terjadi di daerah lainnya diluar Kalimantan Barat.DAFTAR PUSTAKAAzizah, E. W., Sudarti & Kusuma, H. (2018). Pengaruh Pendidikan, Pendapatan Perkapita Dan Jumlah Penduduk Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu Ekonomi, volume 2, nomor 1, 2018Badan Pusat Statistik. 2013. Data kemiskinan menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2009-2013. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data kemiskinan menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2014-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data Tingkat pengangguran Terbuka menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2013-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data Pertumbuhan Ekonomi menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2013-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Boediono.(2009). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE-YogyakartaDeswantoro,D,B., Ismail A, & Hendarmin. (2017). Pengaruh Belanja Daerah Berdasarkan Klasifikasi Ekonomi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010-2015. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, vol 6, no 3, 187-210Hambasari, D. P., & Inggit, K. (2016). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Penduduk Dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Jawa Timur Tahun 2004-2014. Jurnal Ekonomi dan Bisnia, volume 1, nomor 2, September 2016Herman. (2018). Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Pekan Baru.  Equilibrium, volume 6, nomor 2, Juli 2018Kuncoro, Mudrajad. (2000). Ekonomi Pembangunan, Teori Masalah, dan Kebijakan. Yogyakarta : UPP AMP YKPNKuncoro, Mudrajad.  (2013). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga.Meydiasari, D. A., & Soejoto, A. (2017). Pengaruh Tingkat Pengangguran Dan Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Ekonomi, volume 5, nomor 3, 2017Jingan, M.L. (2003). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Murni, Asfia. (2006). Ekonomika Makro. Bandung : Refika  AditamaPutra,Windhu.(2018). Perekonomian Indonesia, Penerapan Beberapa Teori Ekonomi Pembangunan di Indonesia. Depok : PT Raja Grafindo Persada.Rohani. (2016). Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Artikel Skripsi Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar. Safuridar. (2017). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten Aceh Timur. Ihtiyadh, volume 1, nomor 1, September 2017Simanjutak. (1998). Pengantar Ekonomi  Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas IndonesiaSugiyono. (2014). Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Penerbit AlfabetaSukirno, Sadono. (2016). Makro Ekonomi  Teori Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaSukirno, Sadono. (2016). Makro Ekonomi Modern : Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaTodaro, Michael P. (2011). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesebelas Jilid 1, Jakarta : ErlanggaWahyuningsih, Y. E., & Zamzami. (2014). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Indonesia, volume 1, nomor 1, Mei 2014Yacoub,Yarlina. (2012). Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Eksos, volume 8, nomor 3, Oktober 2012Yustie, R., & Heriqbaldi, U. (2014). Pengaruh Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2007-2011. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, nomor 1, April 2014  
ANALISIS MAKNA MOTIVASI PADA LIRIK LAGU SHOHIBATUSSAUFA "JANGAN SALAHKAN HIJABKU" (KAJIAN SEMIOTIKA) Sartika, Lili
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Lingue: Bahasa, Budaya, dan Sastra
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v3i1.1965

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh salahnya pemahaman masyarakat antara hijab dan akhlak sehingga, perlu adanya kajian analisis makna motivasi, agar muslimah lebih percaya diri dalam menggunakan hijab. Kajian ini bertujuan untuk medeskripsikan makna motivasi yang terkandung dalam lirik lagu “Jangan Salahkan Hijabku”. Data kajian berupa bait dalam lirik lagu “Jangan Salahkan Hijabku”. Data tersebut dikaji dengan teori semiotika oleh Ferdinand de Saussure. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Di dalam teori Saussure, terdapat 2 aspek untuk mengkaji makna motivasi pada lirik lagu, yaitu: 1) aspek penanda(lirik lagu) dan 2) aspek petanda (makna motivasi). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 garis besar motivasi yang disampaikan oleh penulis lagu, yaitu: 1) muslimah harus konsisten menjalankan perintah Allah, 2) pakailah hijabmu dengan mengabaikan penilaian manusia,dan 3)tidak ada kaitan antara tingkah laku dan hijab. Kata-kata kunci:Hijab, Akhlak, Motivasi, Semiotika, Saussure
ANALISIS KOMPETENSI GURU MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN DALAM PROGRAM MAGANG KEPENDIDIKAN MBKM Revika Ananda Putri; Trisnawati Hutagalung; Lili Sartika; Febrina Azura; Syifa Indria; Chici Alwafiq
BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v32i4.30546

Abstract

Abstract   Education in the 2021 century requires students to be able to think critically and teachers or prospective educators must be able to master technology in presenting learning content and materials. Thus, the MBKM educational internship project conducted by Indonesian Language and Literature Education students offers Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) and Higher Order Thinking Skills (HOTS) learning ambassadors to answer today's educational challenges. Teacher competence is an agent of learning in education. The application of the learning ambassador must be followed by the quality of personality competence, social competence, professional competence and good pedagogic competence of prospective educators. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The research subjects were the MBKM program interns. The results of the analysis show that the competence of teachers in educational internship students is in good category with an average rating range of 7.16-8.09. The implementation of the internship is accompanied by evaluations from the civil expert validator, servant teachers and accompanying lecturers. Thus, internship students can improve and develop the quality of their competencies based on constructive criticism and suggestions.Keywords: TPACK, HOTS, Internship, and Competence 
Teknik Marmet terhadap Kelancaran Asi pada Ibu Post Partum Wasis Pujiati; Lili Sartika; Liza Wati; R Alya Ramadinta
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v11i2.1596

Abstract

Breast milk is a liquid produced by mothers as the best food intake for the nutritional needs of babies. Several problems related to breastfeeding in post partum mothers are lactation management which is less effective on the first day of birth, caused by lack of knowledge and stress. One of the methods used to overcome breast milk insufficiency is the marmet technique. Marmet technique is a combination of massage that is effective, manual, safe and free of cost. The marmet technique is an optimal effort to stimulate the hormones oxytocin and prolactin in the smooth flow of breast milk. The purpose of this study was to determine the effect of the marmet technique on the smoothness of breastfeeding in post partum mothers in the Tanjungpinang City Health Center Work Area. This is a study with a quasi-experimental design (Quasi Experiment) with a Pre and Post Test without Control design. The research population was post partum mothers as many as 201 people and the number of samples was 30 respondents. Samples were taken using purposive sampling. Hypothesis test using non parametric by doing Wilcoxon test. The results showed that there was an effect of the marmet technique on the smoothness of breastfeeding in post partum mothers with a value of 0.000. Research recommendations for effective marmet techniques are carried out to launch breast milk in postpartum mothers and the marmet technique can stimulate an increase in the hormones prolaksin and oxytocin so that it has a relaxing effect on postpartum mothers
Analisis hubungan angin zonal dan angin meridional lapisan 850 milibar terhadap curah hujan di Sumatera Barat Lili Sartika
PILLAR OF PHYSICS Vol 8 (2016)
Publisher : Department of Physics – Universitas Negeri Padang UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.454 KB) | DOI: 10.24036/2490171074

Abstract

This study was conducted to determine the effect of zonal wind and meridional wind layer 850 millibars to rainfall in Sumatra Barat. Additionally, it also obtained the pattern of both zonal wind and meridional wind that give impact to rainfall in West Sumatra. This study used rainfall data that were taken monthly, wind zonal and meridional winds of 850 millibars layer equivalent to 1.4 km from 1998 to 2015. Defining relationships zonal wind and meridional wind on the distribution of posts precipitation of rain in three regions, ie the waterfront area, mountainous regions and areas behind the mountains. The division of this region to give a picture of wind patterns that affect rainfall in West Sumatra. Influence of zonal wind and meridional wind to precipitation was analyzed using canonical correlation analysis using software Climate Predictability Tool (CPT). while to see the patterns of wind zonal and meridional wind using software The Grid Analysis and Display System (Grads) version 2.0. The result showed zonal wind relation to rainfall resulted in moderate correlation in March with a correlation coefficient (r = 0.45) whereas the meridional wind has a low correlation (r = 0.37). In November of zonal wind has a low correlation with a correlation coefficient (r = 0.36) compared to the meridional winds that showed a strong correlation (r = 0.60). So rainfall that occurred in West Sumatra is predominantly influenced by the zonal wind in March, while in November more influenced meridional wind. Meanwhile, wind patterns that affect rainfall in West Sumatra have equatorial wind pattern and the pattern of the monsoon
Pemberian Informasi Obat Multivitamin Pada Kegiatan Vaksinasi COVID-19 di Poltekes Kemenkes Tanjungpinang Ikha Rahardiantini; Lili Sartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 2 (2022): JPMI - April 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.457

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit akibat infeksi virus saluran pernapasan menular yang disebabkan oleh virus baru bernama Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala COVID-19 antara lain demam, batuk, kelelahan, sesak napas dan hilangnya indera penciuman serta diare. Fungsi sistem imun merupakan bagian penting dan perlu dijaga agar daya tahan tubuh tetap kuat dan optimal. Sistem imun yang kuat sangat penting bagi pertahanan tubuh dalam mencegah berbagai penyakit menular, terutama di masa pandemi COVID-19. Infeksi Coronavirus (2019-nCoV) belum memiliki obat antivirus target yang efektif. Pengobatan suportif masih menjadi pengobatan utama saat ini untuk pasien COVID-19. Salah satunya pemberian multivitamin yang mengandung vitamin C, D, dan Seng oral maupun intravena dapat mengurangi peningkatan risiko komplikasi, mengurangi tingkat keparahan, mengatasi gejala, dan meningkatkan imunitas tubuh. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi masalah masyarakat menghadapi pandemi virus Covid-19 adalah melalui sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan dan pembagian vitamin C, D, dan Seng bagi para peserta vaksin di Poltekes Kemenkes Tanjungpinang untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat meminimalisir penularan virus COVID-19 serta memutus mata rantai penularannya. Masyarakat sangat antusias dan menyambut baik kegiatan tersebut dan mengharapkan untuk bisa dilakukan kegiatan serupa secara berkelanjutan mengingat masa pandemi belum bisa dipastikan kapan berakhir.
Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Obat Diabetes Lili Ika Sartika; Ikha Rahardiantini
DIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Dimas Juli 2022
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/dmk.v4i2.460

Abstract

Peningkatan pengetahuan tentang penggunaan obat diabetes mellitus pada masyarakat. Salah satu penyebab kurangnya pengetahuan masyarakat karena kurangnya motivasi dan keingintahuan masyarakat. Diabetes mellitus adalah penyakit kronik yang kompleks yang memerlukan pengobatan terus menerus dengan menurunkan berbagai faktor resiko untuk mengkontrol glukosa darah penderita diabetes melitus. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk menurunkan penyalahgunaan obat diabetes melitus. Metode yang digunakan yang digunakan dalam pengabdian ini berupa penyuluhan secara daring dan luring. Sasaran kegiatan masyarakat wilayah kerja puskemas tanjung unggat. Materi penyuluhan berisi tentang penggunaan obat obat diabetes. Selama penyampaian materi disertai diskusi dengan peserta. Pengukuran tingkat perubahan pengetahuan tentang obat diabetes menggunakan kuisioner pre-test dan post-test yang diisi oleh masyarakat diwilayah kerja puskesmas tanjung unggat sebelum dan setelah pemberian materi penyuluhan. Upaya untuk merubah perilaku masyarakat untuk mencegah penyalah gunaan obat diabetes dengan pembuatan leaflet.kegiatan diikuti 29 orang. Hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan masyarakat dengan kategori tinggi setelah diberikan penyuluhan tentang obat diabetes mellitus. Hasil kegiatan pengabdian dapat meningkatan pengetahuan tentang obat diabetes mellitus.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Obesitas Melalui Audio Visual Aid (AVA) terhadap Perilaku Pasien Obesitas di Wilayah Puskesmas Melayu Kota Piring Kota Tanjungpinang Nurhidayu Nurhidayu; Syamilatul Khariroh; Lili Sartika Sartika
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.352 KB) | DOI: 10.32504/sm.v17i2.631

Abstract

Background of Study: Obesity is an excessive accumulation of fat due to an imbalance of energy intake with energy used for a long time and has an impact on health problems and decreased quality of life. Health education using audio visual aid (AVA) can improve behavior change in obese patients towards a better understanding of health. This study aims to determine the effect of health education through audio visual aid (AVA) on behavioral changes in obese patients in Puskesmas Melayu Kota Piring.Methods: This research used Pre-experimental research design with One Group Pretest Post-test design. There were 20 respondents for sampling. The instrument data used questioner to measure knowledge, attitudes and actions about behavior change. Analysis data used Wilcoxon statistical test.Results: For statistical test knowledge indicators p-value = 0.055 (˃0.05), this showed that the alternative hypothesis (Ho) was rejected. As for the attitude indicator, the statistical test value of p-value = 0.025 (˂0.05) and the indicator of statistical test action p-value = 0.004 (˂0.05), this showed that the alternative hypothesis (Ha) was accepted. Conclusion: Health education through audio visual aid (AVA) can influence the behavior of obese patients.Keywords : health education, audio visual aid (AVA), obesity
Pengaruh Glimepirid terhadap Penurunan Glukosa Darah pada Mencit Diabetes-Disfungsi Ginjal Lili Sartika; Ikha Rahardiantini
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v8i2.3517

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a disease or chronic metabolic disorder that can cause long-term complications such as damage to the liver, heart, eyes, and kidneys. One of the diabetes drugs is glimepiride. Glimepiride has the main mechanism of action of lowering blood glucose by stimulating insulin secretion from the granules of Langerhans cells. This study aims to determine the effect of glimepiride on reducing blood glucose in diabetic-kidney dysfunction mice. The design of this research is Post-test Only Control Group Design. This study used 105 mice which were divided into 7 groups. The dose of glimepiride was made in three variations: 1 mg/kgBW, 2 mg/kgBW and 4 mg/kgBW. The results showed no significant effect on decreasing blood glucose levels in diabetic-kidney dysfunction mice at various doses of glimepiride (p>0.05). Furthermore, further tests were carried out which showed that there was a significant effect on the duration of administration of various doses of glimepiride in reducing blood glucose levels in diabetic-kidney dysfunction mice (p<0.05). From the results of this study, it can be concluded that the pathology of the disease does not significantly affect the mechanism of action of glimepiride. Still, the length of time glimepiride is administered to diabetic-renal dysfunction mice shows a significant effect.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Stigma Mahasiswa Pada ODHA Di Stikes Hang Tuah Tanjungpinang lili sartika
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 4 (2022): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i4.945

Abstract

Kasus HIV/AIDS yang terus meningkat masih menjadi perhatian dunia. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Tahun 2020 Kepulauan Riau berdasarkan info DATIN berada pada urutan ke-sebelas jumlah kasus diindonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Stigma Mahasiswa Pada ODHA Di Stikes Hang Tuah Tanjungpinang. Metode penelitian dengan deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 64 mahasiswa di di Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Tahun 2022 dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu purpose sampling. Data diolah dengan menggunakan uji Spearman Rho. Analisa Univariat hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap dan stigma terbanyak yaitu pengetahuan rendah sebanyak 33 Mahasiswa (51,6%), Sikap positif sebanyak 25 Mahasiswa (39%) dan stigma negatif sebanyak 43 Mahasiswa (67,1%). Berdasarkan karakteristik pelajar didapatkan usia terbanyak 22 tahun (67,3%), dan jenis kelamin terbanyak (67,2%) yaitu perempuan. Hasil Bivariat menunjukkan terdapat hubungan tingkat pengetahuan mahasiswa dan stigma mahasiswa dengan P-Value 0,000 (<0,05) dan terdapat hubungan sikap mahasiswa dan stigma mahasiswa P-Value 0,000 (<0,05). Disimpulkan ada hubungan pengetahuan dan sikap terhadap stigma mahasiswa. Diharapkan kepada Institusi Pendidikan untuk dapat melakukan penyuluhan dan pembekalan pembelajaran tentang ODHA