Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) merupakan kebijakan strategis dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang transparan, adil, dan akuntabel. Namun, implementasi SPMB pada sekolah berasrama memiliki karakteristik khusus karena tidak hanya mempertimbangkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan peserta didik terhadap sistem pembinaan asrama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru di SMAN 2 Sumatera Barat menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala tata usaha, panitia SPMB, orang tua, dan peserta didik, serta didukung oleh studi dokumentasi terkait pelaksanaan SPMB. Analisis dilakukan berdasarkan empat komponen evaluasi CIPP, yaitu konteks, masukan, proses, dan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek konteks telah sesuai dengan visi sekolah, regulasi nasional, serta kebutuhan sekolah berbasis asrama. Aspek input menunjukkan kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, regulasi, sistem seleksi, dan penyesuaian daya tampung asrama yang mendukung pelaksanaan SPMB. Pada aspek proses, pelaksanaan seleksi berlangsung secara terstruktur, transparan, dan akuntabel melalui sistem daring, verifikasi administrasi, serta seleksi akademik terpadu. Aspek produk menunjukkan bahwa SPMB mampu menghasilkan peserta didik sesuai kapasitas sekolah, memiliki kualitas akademik yang baik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan SPMB di SMAN 2 Sumatera Barat berjalan efektif berdasarkan evaluasi model CIPP dan dapat menjadi rujukan pengembangan sistem penerimaan peserta didik pada sekolah berasrama lainnya.
Copyrights © 2026