Pendidikan merupakan sarana untuk mengembangkan dan meningkatkan kesadaran diri individu dan kesadaran sosial sehingga dapat berperilaku disiplin, bertanggung jawab, dan mampu berinteraksi dengan baik di dalam kehidupan bermasyarakat. Norma atau tata tertib mempunyai nilai pendidikan yang dapat mengendalikan perilaku individu dan digunakan sebagai alat dalam mengembangkan karakter dan kedisiplinan siswa. Namun, di SMP Negeri 1 Gunung Sahilan masih banyak kasus pelanggaran yang tercatat yaitu sebanyak 519 pelanggaran selama periode Juli–September 2025, meskipun sekolah telah menerapkan sistem poin dan sanksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab ketidakpatuhan siswa terhadap norma atau tata tertib, serta bentuk sanksi yang diterima akibat ketidakpatuhan tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi 198 siswa kelas VIII dan IX. Sampel berjumlah 66 siswa yang ditentukan dengan rumus Slovin dan dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa dan konformitas terhadap tata tertib berada dalam kategori sangat tinggi, sedangkan sikap siswa secara umum berada dalam kategori tinggi. Walaupun pemahaman terhadap norma, dan konformitas sangat tinggi namun faktor penyebab ketidakpatuhan dipengruhi faktor situasional siswa (pengaruh teman, jarak tempuh ke sekolah yang jauh, kendala transportasi, pengawasan dari pihak sekolah). Bentuk sanksi yang paling sering diterima siswa didominasi oleh teguran lisan, bentuk sanksi yang lain yaitu pemanggilan orang tua, membawa batako, membuat surat pernyataan, skorsing, dan hormat bendera.
Copyrights © 2026