ABSTRACT Informatics learning with limited instructional time may require students to process large amounts of information within a short period, potentially increasing cognitive load. One strategy that can be used to address this issue is chunking, which presents learning materials by dividing information into smaller, structured, and sequential units. This study aimed to examine the effect of chunking on students’ cognitive load in Informatics learning with limited instructional time. A quantitative approach with a quasi-experimental method and a Posttest-Only Control Group Design was employed. The sample consisted of 56 students, including 27 students in the control group and 29 students in the experimental group. Data were collected using a subjective rating scale questionnaire to measure students’ cognitive load. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and the Mann–Whitney U test. The results showed that the mean cognitive load score of the experimental group was 24.21, lower than that of the control group (27.33). The Mann–Whitney U test yielded a significance value of 0.045 (p < 0.05), indicating a significant difference between the groups. These findings suggest that chunking can help manage students’ cognitive load in Informatics learning with limited instructional time. ABSTRAK Pembelajaran Informatika dengan alokasi waktu terbatas dapat menyebabkan siswa menerima informasi dalam jumlah besar dalam waktu singkat sehingga berpotensi meningkatkan beban kognitif. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah teknik chunking, yaitu penyajian materi dengan membagi informasi menjadi bagian yang lebih kecil, terstruktur, dan bertahap. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh teknik chunking terhadap beban kognitif siswa pada pembelajaran Informatika dengan alokasi waktu terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel terdiri atas 56 siswa, yaitu 27 siswa kelompok kontrol dan 29 siswa kelompok eksperimen. Instrumen berupa angket subjective rating scale untuk mengukur beban kognitif siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Mann–Whitney U. Hasil menunjukkan rata-rata skor beban kognitif kelompok eksperimen sebesar 24,21, lebih rendah daripada kelompok kontrol sebesar 27,33. Uji Mann–Whitney U menghasilkan signifikansi 0,045 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik chunking berpotensi membantu mengelola beban kognitif siswa dalam pembelajaran Informatika dengan waktu terbatas.
Copyrights © 2026