ABSTRACT This study was motivated by the low learning outcomes of Grade V students in Indonesian language instruction at UPTD SD Negeri 071094 Lologolu and the continued use of teacher-centered learning. This study aimed to determine the effect of the Talking Stick learning model on students’ Indonesian language learning outcomes in the “Cinta Indonesia” topic. The study employed a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The population and sample consisted of 32 students, divided into Class V-A as the experimental group and Class V-B as the control group. The sample was determined using total sampling because all members of the population were included in the study. The experimental group was taught using the Talking Stick model, while the control group received conventional instruction. Data were collected using a 20-item multiple-choice test administered as a pretest and posttest, and analyzed using normality, homogeneity, and Independent Samples t-Test tests with the assistance of SPSS. The results showed a significant difference in learning outcomes between the two groups, with a t-value of 8.822 > t-table value of 2.042 at α = 0.05. The experimental group’s N-Gain result was in the moderate category, with a percentage of 63.40%, indicating sufficient effectiveness based on the criteria used. The experimental group also obtained a higher mean posttest score than the control group. These findings indicate that the Talking Stick model can support more active Indonesian language learning and improve students’ learning outcomes ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V UPTD SD Negeri 071094 Lologolu serta pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Talking Stick terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi “Cinta Indonesia”. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental research) dengan desain non-equivalent control group design. Populasi sekaligus sampel berjumlah 32 peserta didik yang terbagi dalam kelas V-A sebagai kelompok eksperimen dan V-B sebagai kelompok kontrol. Sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling, karena seluruh anggota populasi dilibatkan dalam penelitian. Kelompok eksperimen menggunakan Talking Stick, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda 20 butir yang diberikan sebagai pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan Independent Samples t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan hasil belajar antara kedua kelompok, dengan t-hitung 8,822 > t-tabel 2,042 pada α = 0,05. Hasil N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang dengan persentase 63,40% atau cukup efektif berdasarkan kriteria yang digunakan. Rata-rata posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa Talking Stick dapat mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih aktif dan meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Copyrights © 2026