The development of digital technology has significantly transformed the social interaction patterns of Generation Z adolescents and contributed to the decline of empathy in everyday social life. This condition highlights the importance of strengthening character development through approaches that integrate religious values with social behavior. This study aimed to examine the influence of integrative religious literacy development management on the empathic behavior of Generation Z Muslim adolescents. This research employed a quantitative approach using an explanatory survey design. The population consisted of Generation Z Muslim adolescents actively participating in religious activities in Buntok, South Barito Regency, Central Kalimantan Province. A total of 80 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through a questionnaire employing a five-point Likert scale. The independent variable was integrative religious literacy development management, measured through planning, implementation, and evaluation dimensions, while the dependent variable was empathic behavior, measured through the ability to understand others’ feelings, social concern, and responsiveness to social conditions. Data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with SPSS. The findings showed that integrative religious literacy development management was categorized as high with a mean score of 4.12 (SD = 0.48), while empathic behavior also fell into the high category with a mean score of 4.05 (SD = 0.51). Regression analysis revealed a significance value of 0.000 (< 0.05), a regression coefficient of 0.687, an R value of 0.721, and a coefficient of determination (R²) of 0.520. These findings indicate that integrative religious literacy development management has a positive and significant effect on the empathic behavior of Generation Z Muslim adolescents and contributes 52% to the variance in empathic behavior. This study confirms that religious literacy development managed in a planned, systematic, and integrative manner can serve as an effective strategy for strengthening adolescents’ social character amid the challenges of digital life. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pola interaksi sosial remaja Generasi Z dan berkontribusi pada menurunnya kualitas empati dalam kehidupan sosial. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan karakter melalui pendekatan yang mampu mengintegrasikan pemahaman nilai keagamaan dengan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif terhadap perilaku empatik remaja Muslim Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model survei eksplanatori. Populasi penelitian adalah remaja Muslim Generasi Z yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di wilayah Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima tingkat. Variabel independen penelitian adalah manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, sedangkan variabel dependen adalah perilaku empatik yang mencakup kemampuan memahami perasaan orang lain, kepedulian sosial, dan respons terhadap kondisi sosial. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,12 (SD = 0,48), sedangkan perilaku empatik memperoleh nilai rata-rata 4,05 (SD = 0,51). Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), koefisien regresi sebesar 0,687, nilai R sebesar 0,721, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,520. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen pembinaan literasi keagamaan integratif berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku empatik remaja Muslim Generasi Z serta memberikan kontribusi sebesar 52% terhadap variasi perilaku empatik. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan literasi keagamaan yang dikelola secara terencana, terstruktur, dan integratif dapat menjadi strategi penguatan karakter sosial remaja di tengah tantangan kehidupan digital.
Copyrights © 2026