Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
Vol. 7 No. 8 (2026)

Peningkatan kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui pendekatan multisensori pada pembelajaran PAI

Yesi Ulandari (Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)
Zulfani Sesmiarni (Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)



Article Info

Publish Date
03 Oct 2026

Abstract

This study was motivated by the low critical thinking ability of early childhood learners in Islamic Religious Education (PAI) learning. This condition was reflected in children’s limited ability to observe, ask questions, respond to questions, express opinions, and provide simple reasoning based on the information obtained during the learning process. Therefore, an instructional approach that actively engages children and provides meaningful learning experiences is needed. One of the approaches that can be implemented is the multisensory approach. This study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, consisting of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. The research was conducted in two cycles during Islamic Religious Education learning at TK Surya Kids Bukittinggi, involving 20 children from Group B as research subjects. Data were collected through observation, documentation, and critical thinking ability assessment sheets. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The implementation of the multisensory approach involved various sensory modalities, including visual activities through pictures, picture cards, and Islamic learning videos; auditory activities through teacher explanations, stories of the prophets’ exemplary behaviors, and Islamic songs; kinesthetic activities through educational games and practical worship activities; and tactile activities through the use of concrete learning media that children could touch and manipulate. These learning experiences encouraged children to observe, ask questions, express opinions, answer questions, and provide simple reasoning related to the learning materials. The results showed that the implementation of the multisensory approach improved children’s critical thinking abilities in Islamic Religious Education learning. The percentage of children’s critical thinking ability increased from 40.28% in the pre-action stage to 61.91% in Cycle I and further increased to 76.06% in Cycle II. This achievement exceeded the predetermined success indicator of 75%. Therefore, it can be concluded that the multisensory approach is effective in improving early childhood critical thinking abilities in Islamic Religious Education learning at TK Surya Kids Bukittinggi. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis anak usia dini dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang terlihat dari keterbatasan anak dalam mengamati, bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta memberikan alasan sederhana terhadap informasi yang diperoleh. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang mampu melibatkan anak secara aktif dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pendekatan multisensori. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi dengan subjek penelitian sebanyak 20 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian kemampuan berpikir kritis anak. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penerapan pendekatan multisensori dilakukan melalui keterlibatan berbagai indera anak, yaitu visual melalui gambar, kartu bergambar, dan video pembelajaran Islami; auditori melalui penjelasan guru, cerita keteladanan nabi, dan lagu Islami; kinestetik melalui permainan edukatif dan praktik ibadah; serta taktil melalui penggunaan media konkret yang dapat disentuh dan dimanipulasi anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis anak, yaitu dari 40,28% pada pra tindakan menjadi 61,91% pada Siklus I dan meningkat menjadi 76,06% pada Siklus II. Persentase tersebut telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 75%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan multisensori efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JIEM

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing ...