The purpose of this research is to discuss the use of various learning strategies to enhance students reading literacy skills in Islamic Religious Education (PAI) at SDN 12 Talang Kelapa. A case study design and a qualitative methodology were employed. Data were collected through interviews, observations, and document reviews with the principal, PAI teacher, and fourth grade students. The findings show that in the preparation phase, teachers determine their students’ learning needs, develop individual lesson plans and create a supportive learning environment. In implementation teachers employ process differentiation through a variety of teaching approaches and environmental changes. In the evaluation stage, formative and summative tests are adjusted according to the level of student proficiency. The reading literacy of the students is still in an acceptable level with an average score of 2.7 from 5 although the teachers excellent in the implementation of differentiated learning (100% of indicators met). Half the pupils have reading comprehension difficulties, the other half reading delays. Besides the quality of instruction, internal student factors such as motivation, reading habits at home and parental engagement are found to have a major impact on the success of differentiated learning in this study. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membahas penggunaan berbagai strategi pembelajaran berdiferensiasi guna meningkatkan keterampilan literasi membaca siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 12 Talang Kelapa. Menggunakan metodologi kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan tinjauan dokumen dengan kepala sekolah, guru PAI, dan siswa kelas empat. Temuan menunjukkan bahwa pada fase persiapan, guru menentukan kebutuhan belajar siswa, mengembangkan rencana pelajaran individu, dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Dalam tahap implementasi, guru menerapkan diferensiasi proses melalui berbagai pendekatan pengajaran dan perubahan lingkungan. Pada tahap evaluasi, tes formatif dan sumatif disesuaikan dengan tingkat kemahiran siswa. Literasi membaca siswa masih dalm tingkat rata-rata yakni dengan skor 2.7 dari 5 meski guru sudah sangat baik melaksanakan pembelajaran yang berbeda (100% indikator terpenuhi). Setengah dari siswa mengalami kesulitan dalam pemahaman bahan bacaan, setengah lainnya mengalami keterlambatan membaca. Selain kualitas pengajar, faktor internal siswa seperti motivasi, kebiasaan membaca dirumah, dan keterlibatan orang tua memiliki dampak besar terhadap keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi.
Copyrights © 2026