Parenting crises, widespread exposure to digital devices, and growing concerns over child protection highlight the need for a continuous and developmentally responsive framework for family education. This study aims to reconstruct a Qur’an-based framework of continuous child education through a tafsīr mawḍū‘ī (thematic interpretation) approach, supported by ṣaḥīḥ and ḥasan hadiths and informed by modern perspectives on child development. Employing a library research method, the study analyzes Qur’anic verses related to education, parenting, development, responsibility, and rushd, alongside interpretations from classical and contemporary Qur’anic exegetes. The data are analyzed thematically, comparatively, and conceptually, following Alim’s (2016) thematic interpretation methodology, and subsequently placed in dialogue with the developmental theories of Piaget, Erikson, Vygotsky, and Bronfenbrenner. The findings indicate that child education in the Qur’an and Sunnah can be reconstructed through seven analytical phases: pre-birth, pregnancy, birth and infancy, early childhood, tamyīz, adolescence, and the transition toward maturity. These phases constitute a continuous process of nurturing faith, worship, moral character, self-regulation, responsibility, and independence. This study proposes the Qur’anic Continuous Child Education Framework (QCCEF), which maps developmental phases, educational objectives, core values, family roles, educational strategies, and developmental indicators. The framework conceptualizes child education as a process of capacity transformation from nurturing toward awareness, responsibility, and independent maturity. Abstrak Krisis pengasuhan, paparan gawai yang masif, dan meningkatnya persoalan perlindungan anak menunjukkan perlunya kerangka pendidikan keluarga yang berkelanjutan dan responsif terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi kerangka pendidikan anak berkelanjutan berbasis Al-Qur’an melalui pendekatan tafsīr mawḍū‘ī, hadis ṣaḥīḥ dan ḥasan, serta perspektif perkembangan anak modern. Penelitian menggunakan metode library research dengan menganalisis ayat-ayat pendidikan, pengasuhan, perkembangan, tanggung jawab, dan rushd, disertai penafsiran mufasir klasik dan kontemporer. Data dianalisis secara tematik, komparatif, dan konseptual mengikuti metodologi tafsir tematik Alim (2016), kemudian didialogkan dengan teori perkembangan Piaget, Erikson, Vygotsky, dan Bronfenbrenner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anak dalam Al-Qur’an dan Sunnah dapat direkonstruksi melalui tujuh fase analitis: pra-kelahiran, kehamilan, kelahiran dan bayi, kanak-kanak awal, tamyīz, remaja, dan menuju kedewasaan. Fase-fase tersebut membentuk kesinambungan pembinaan akidah, ibadah, akhlak, regulasi diri, tanggung jawab, dan kemandirian. Penelitian ini menghasilkan Qur’anic Continuous Child Education Framework (QCCEF) yang memetakan fase perkembangan, tujuan pendidikan, nilai inti, peran keluarga, strategi pembinaan, dan indikator perkembangan. Kerangka ini menegaskan pendidikan anak sebagai proses transformasi kapasitas dari pengasuhan menuju kesadaran, tanggung jawab, dan kemandirian.
Copyrights © 2026