Studi ini mengeksplorasi perspektif dan hambatan karier siswa SMPN 1 Sumbermalang yang terlibat dalam tradisi Bhekalan untuk mendukung program bimbingan dan konseling guru BK. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen yang dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil studi menemukan tiga isu utama. Pertama, siswa, baik yang terlibat maupun tidak dalam tradisi Bhekalan, kurang kesadaran diri terkait minat dan bakat mereka akibat tidak adanya guru BK. Kedua, peserta Bhekalan mengalami pesimis karena tradisi tersebut membatasi karier pada peran domestik dan kondisi ekonomi yang lemah, sehingga muncul keraguan tentang pendidikan lebih lanjut atau pekerjaan. Ketiga, terdapat konflik antara aspirasi karier siswa dan tradisi yang membatasi otonomi perempuan. Studi ini merekomendasikan penunjukan guru BK di sekolah terkait serta pelaksanaan layanan bimbingan karier yang sesuai dengan SKKPD siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama.
Copyrights © 2025