Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Sikap Orangtua sebagai Sumber Perilaku Agresif Anak Nur Hidayah; M. Ramli; Lutfi Fauzan; Andi Mappiare AT
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 23, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresif adalah luapan emosi sebagai reaksi kegagalan remaja yang dimanifestasikan dalam kata dan sikap-perilaku. Penelitian ini ingin menguji hubungan antara perlakuan orangtua dan perilaku agresif remaja. Penelitian dilakukan atas siswa SMAN di Malang. Sampel multistage terdiri atas siswa SMA pusat kota dan pinggiran kota. Data dikumpulkan dengan inventori perilaku agresif dan inventori pola sikap orangtua. Analisis dilakukan dengan korelasi momen tangkar dan regresi umum. Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara pola sikap orangtua dan perilaku agresif anak (remaja). Namun pola sikap demokratis memberi sumbangan yang kecil terhadap pembentukan perilaku agresif.
Konseling Fitri: Model Konseling Berbasis Juz Qurani Lutfi Fauzan
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.663 KB) | DOI: 10.30653/001.201821.23

Abstract

FITRI COUNSELING: JUZ QURANIC-BASED ON COUNSELING MODEL. Al-Qur’an as holly book that has scientific content can be revealed about human being with all their potencies and their differencies individual characters. The revealing scientific treasure is approached by Bayani method, Irfani, Burhani and HAQ mehod. The result shows that human has five natural (fitri) potencies, and has individual differencies, they are 30 personality types as like as quantity of Al-Qur'an juz. Developing human personality should be applied based on the character difference. Therefore, the juz qurani-based on idea and counseling model was made. The counseling model has five main stage and some specific behavior change techniques.
Kemanjuran Strategi Mind-Mapping untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif dalam Pengambilan Keputusan Karier Siswa Nur Hidayah; M Ramli; Lutfi Fauzan
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 3 No 3 (2019): Konvensi Nasional ABKIN XXI 2019
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.676 KB) | DOI: 10.30653/001.201933.109

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF MIND-MAPPING STRATEGY TO IMPROVE CREATIVE THINKING SKILLS IN STUDENT CAREER DECISION MAKING. The disruptive era in industrial revolution 4.0 is vital for students. In this era, students need creative thinking skills, especially in making career decisions. The Mind Mapping strategy is the right choice to train students' creative thinking skills. This creative thinking skills training is intended for students of Malang State High School Laboratory, class XII MIPA, IPS, IBB, and ICP. The expected goal is to increase the creative thinking skills of Malang State University High School Laboratory students in their career decision making. Based on the results of the study showed that creative thinking skills in career decision making before and after being trained with mind-mapping strategies, there was a significant increase. The Wilcoxon test results were Z = 4,644 with a significance of 0,000. That is, there are significant differences in creative thinking skills in student career decision making before and after being trained with mind-mapping strategies.
Teknik Berbagi Kegembiraan Ala Konseling Model Kipas pada Perantau Akademik dan Guru BK Kota Malang Andi Mappiare-AT; Lutfi Fauzan; Diniy Hidayatur Rahman
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 2 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i2.6812

Abstract

Para mitra terutama guru BK masih perlu meningkatkan keterampilan menerapkan teknik “Berbagi Kegembiraan” ala Konseling Model KIPAS. Para konselor dan guru BK sering pula dihadapkan dengan masalah konflik sosial dan di antara kolega, dengan siswa, dan siswa dan siswa selain konflik pribadi. Karena itu, ada tiga bagian target kegiatan ini yaitu: (1). Diperoleh deskripsi minat (“animo”) peserta pendidikan dan pelatihan teknik Berbagi Kegembiraan dan teknik Penyelesaian Konflik; (2). Diperoleh keterangan deskriptif mengenai kepuasan peserta pendidikan dan pelatihan; (3). Diperoleh masukan dari perantau akademik dan guru BK bagi perbaikan proses dan panduan pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam situs lembaga pendidikan, konteks kelas hiterogen, metode pendidikan ekspositori dan diskusi, strategi pelatihan gathering, workshops dilengkapi Focused Group Discussion (FGD), modeling dan simulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan daftar pertanyaan berupa “User Satisfaction Scale” beserta daftar isian. Dilakukan analisis deskriptif persentase. Kesimpulan: (1). Minat (“animo”) peserta pelatihan secara umum adalah sangat tinggi pada semua jenis kegiatan. (2). Deskripsi kepuasan para peserta tergolong sebagai memuaskan baik bagi para perantau akademik maupun bagi para guru BK/Konselor se-Malang Raya. (3). Masukan-masukan, baik berupa kritik, saran, pengharapan ke depan terhadap pelatihan semuanya dapat diserap dan dipertimbangkan untuk merevisi panduan pelatihan dan perbaikan prosedur pelatihan pada masa datang.
Pengembangan Buku Panduan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa SMK Dede Ayu Anggraeni; Ella Faridati Zen; Dede Ayu Anggraeni; Ella Faridati Zen; Lutfi Fauzan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.714 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i32021p162-169

Abstract

Abstract: This research is a research and development which aims to produce a group counseling manual with the behavior contract technique to increase the academic responsibility of students in vocational schools that are theoretically and practically acceptable. This research procedure adapted Borg and Gall's development model, namely knowing the potentials and problems found, collecting data and information, designing product guides, testing products by experts, and revising the final product. The results of the product trials indicated that the assessment of media experts and potential users stated that the product was "very feasible", while the assessment of the material experts stated that the content of the material in the product was "quite feasible". Thus, it can be concluded that the group counseling guide product with the behavior contract technique to increase the academic responsibility of students in vocational schools has gone through a product expert test based on the acceptance criteria for the format and content of the material. Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah buku panduan konseling kelompok dengan teknik behavior contract untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa di SMK yang berterima secara teoritis maupun praktis. Prosedur penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg dan Gall, yaitu mengetahui potensi dan masalah yang ditemukan, mengumpulan data dan informasi, mendesain produk panduan, menguji coba produk oleh para ahli, dan merevisi produk akhir. Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa penilaian dari ahli media dan calon pengguna menyatakan bahwa produk “sangat layak” sedangkan penilaian dari ahli materi menyatakan bahwa isi materi dalam produk “cukup layak”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk panduan konseling kelompok dengan teknik behavior contract untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa di SMK telah melalui uji ahli produk berdasarkan kriteria keberterimaan format dan isi materi.
Fenomena Phone Snubbing pada Siswa Menengah Pertama Meytikasari Dwijayanti; Lutfi Fauzan; Meytikasari Dwijayanti; Lutfi Fauzan; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.304 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i32021p170-177

Abstract

Abstract: In the midst of the Covid-19 pandemic, smartphones have become the main tool in online learning at all levels of education. This has an impact on the intensity of smartphone use in everyday life. This situation has led to a growing phone snubbing behavior and is not realized by individuals. Phone Snubbing as a phenomenon of excessive individual smartphone use shows a behavior that is ignorant and indifferent to the presence of people around. This behavior is characterized by being fixated on a smartphone that is held so that it can have positive and negative impacts in the social environment, especially in the personal and social fields of students. This descriptive qualitative research aims to describe information about the background and factors causing the phenomenon of phone snubbing behavior in students as well as recommendations for BK service strategies. Data analysis using the Miles and Huberman model. The validity of the research data was carried out by extending observations, increasing persistence and triangulating sources. The results showed 1) The background of phone snubbing behavior in junior high school students stated that the use of smartphones in the high category, namely an average of 6-10 hours per day, caused a high smartphone dependence. The situation of using smartphones when interacting with junior high school students is very diverse, including forms of avoidance, to get rid of boredom, the importance of activities with smartphones, and other needs that require a fast response. The reason for using a smartphone is to fulfill the interests of learning as well as for entertainment, maintaining communication with long distance friends. 2) Four factors that indicate phone snubbing behavior of junior high school students, namely nomophobia, interpersonal conflict, recognition of problems and self-isolation; 3) BK service strategy recommendations include guidance and counseling tailored to the needs. Abstrak: Di tengah pandemi Covid-19, smartphone menjadi piranti utama dalam pembelajaran daring di semua jenjang pendidikan. Hal tersebut berdampak pada intensitas penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan tersebut memunculkan perilaku phone snubbing semakin berkembang dan tidak disadari oleh individu. Phone Snubbing sebagai fenomena penggunaan smartphone individu yang berlebihan menunjukan perilaku abai dan tak acuh atas kehadiran orang di sekitar. Perilaku ini ditandai dengan terpaku pada smartphone yang digenggam sehingga dapat menimbulkan dampak positif dan negatif dalam lingkungan sosial, khususnya pada bidang pribadi dan sosial siswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menjabarkan informasi tentang latar belakang dan faktor penyebab fenomena perilaku phone snubbing pada siswa serta rekomendasi strategi layanan BK. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Keabsahan data penelitian dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan 1) Latar belakang perilaku phone snubbing pada siswa SMP menyatakan bahwa penggunaan smartphone dengan kategori tinggi yaitu rata-rata 6-10 jam perhari hingga menyebabkan ketergantungan smartphone yang juga tinggi. Situasi penggunaan smartphone saat interaksi pada siswa SMP sangat beragam, meliputi bentuk penghindaran, untuk mengusir rasa bosan, adanya kepentingan yang terdapat dalam aktivitas dengan smartphone, dan keperluan yang lainnya yang membutuhkan fast response. Alasan penggunaan smartphone untuk memenuhi alih-alih kepentingan belajar juga untuk mencari hiburan, menjaga komunikasi dengan teman jarak jauh. 2) Empat faktor yang mengindikasikan perilaku phone snubbing siswa SMP yaitu nomophobia, konflik interpersonal, pengakuan masalah dan isolasi diri; 3) Rekomendasi strategi layanan BK meliputi bimbingan dan konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Pengembangan Panduan Konseling Kelompok Teknik Psikodrama untuk Mengatasi Masalah Psychological Well-Being Siswa SMP Sityalawia H. Kaedati; Ella Faridati Zen; Sityalawia H. Kaedati; Ella Faridati Zen; Lutfi Fauzan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.75 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i52021p401-409

Abstract

Abstract: This research goal is to develop a group counseling guide for psychodrama techniques to overcome problems psychological well-being in junior high school students. Guidelines are used by counselors in providing guidance and counseling services that have accuracy, usefulness, convenience, and attractiveness, and can be both beneficial and acceptable. theory and practicality. The research method used is the Borg and Gall research model in 7 stages, namely (1) data collection, (2) planning, (3) designing the initial media format, (4) validation testing, (5) product revision, 6) product user testing. , 7) final revision. The results of the validation test from material experts showed a validity index of 0.73 and was included in the high category, media experts showed a percentage of 3.89 which was included in the very high category and potential product users with a percentage of 3.77 were still in the very high category. These results indicate that the guide developed by the researcher has met the acceptance criteria and is suitable for use by counselors as a guide in providing guidance and counseling services in schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan panduan konseling kelompok teknik psikodrama untuk mengatasi masalah psychological well-being pada siswa SMP. Panduan digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang memiliki ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan, serta dapat bermanfaat sekaligus diterima secara teori maupun kepraktisannya. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian Borg and Gall dalam 7 tahap yaitu (1) pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) merancang format awal media, (4) uji validasi, (5) revisi produk, 6) uji pengguna produk, 7) revisi akhir. Hasil uji validasi dari ahli materi menunjukan indeks validitas sebesar 0,73 dan masuk dalam kategori tinggi, ahli media menunjukan persentase sebesar 3,89 masuk dalam kategori sangat tinggi dan calon pengguna produk dengan persentase 3,77 masih dalam kategori sangat tinggi. Hasil tersebut menunjukan bahwa panduan yang dikembangkan oleh peneliti telah memenuhi kriteria keberterimaan dan layak digunakan oleh konselor sebagai panduan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Profil Tingkat Stres Akademik Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dalam Pembelajaran Daring selama Pandemi Covid-19 di Universitas Negeri Malang Justice Afifah Ulul Albab; Ella Faridati Zen; Justice Afifah Ulul Albab; Ella Faridati Zen; Lutfi Fauzan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i52022p422-431

Abstract

Abstract: The stress experienced by students generally leads to academic stress. The phenomenon found in FIP UM, some students experienced barriers to learning online during the covid-19 pandemic. These obstacles have an impact on physical and psychological conditions, thus interfering with the optimal development of students. The purpose of this study was to determine the level of academic stress of S1 FIP UM students in online learning during the covid-19 pandemic. This research uses survey method with quantitative approach and descriptive design. The results of this study indicate that as many as 42 students are in the category of low academic stress with a percentage of 13.5 percent which means very few students have low levels of academic stress. A total of 184 students were in the category of moderate academic stress with a percentage of 59.2 percent, which means quite a number of students have moderate levels of academic stress. Furthermore, as many as 85 students are in the category of high academic stress with a percentage of 27.3 percent which means that few students have high levels of academic stress. Abstrak: Stres yang dialami mahasiswa umumnya mengarah ke stres akademik. Fenomena yang ditemukan di FIP UM, beberapa mahasiswa mengalami hambatan belajar secara daring selama pandemi covid-19. Hambatan tersebut berdampak pada kondisi fisik dan psikologis, sehingga menggangu tugas perkembangan mahasiswa yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat stres akademik mahasiswa S1 FIP UM dalam pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 42 mahasiswa berada di kategori stres akademik rendah dengan persentase sebesar 13,5 persen yang berarti sangat sedikit mahasiswa memiliki tingkat stres akademik rendah. Sebanyak 184 mahasiswa berada di kategori stres akademik sedang dengan persentase sebesar 59,2 persen yang berarti cukup banyak mahasiswa memiliki tingkat stres akademik sedang. Selanjutnya, sebanyak 85 mahasiswa berada di kategori stres akademik tinggi dengan persentase 27,3 persen yang berarti sedikit mahasiswa memiliki tingkat stres akademik tinggi.
Keefektifan Layanan Informasi via Jejaring Sosial Instagram terhadap Aktualisasi Diri Peserta Didik Melenia Ayu Saputri; Lutfi Fauzan; Melenia Ayu Saputri; Lutfi Fauzan; Rizka Apriani
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i72022p649-660

Abstract

Abstract: The study was conducted to determine the effectiveness of information services via Instagram on the self-actualization of students and whether there are differences in the level of self-actualization between two groups with different treatments. The implementation at SMP Negeri 6 Malang used two samples, class VIII (B) as an experimental class and VIII (D) as a control class with 32 students each. Experimental classes, treatment through Instagram and control classes conventionally use power points. The implementation started on March 22 - April 19, 2022, with seven treatments and no sample withdrawals. Research method with true experimental with pretest-posttest control group design. Hypothesis test with independent sample test through SPSS 22 to find out the comparison of experimental and control class scores. The pretest output in the experimental class has a mean of 84.72 and a posttest of 99.59. The control class at the pretest has a mean of 88.19 and a post-test of 93.63. The results of the independent sample test on the pretest have a value of F (0.442) with a significance (2-tailed) of 0.137 greater than 0.05 which means that there is no noticeable difference, then at the time of post-test it shows a value of F (1.028) with a significance (2-tailed) of 0.003 less than 0.05, so there is a striking difference between the level of self-actualization of the experimental and control classes. Abstrak: Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas layanan informasi via instagram terhadap aktualisasi diri peserta didik dan ada tidaknya perbedaan tingkat aktualisasi diri antara dua kelompok dengan perlakukan yang berbeda. Pelaksanaan di SMP Negeri 6 Malang dengan memakai dua sampel, kelas VIII (B) sebagai kelas eksperimen dan VIII (D) sebagai kelas kontrol dengan masing-masing 32 peserta didik. Kelas eksperimen, treatment melalui instagram dan kelas kontrol secara konvensional menggunakan power point. Pelaksanaan mulai tanggal 22 Maret - 19 April 2022 dengan tujuh kali treatment dan tidak ada sampel yang gugur. Metode penelitian dengan true experimental dengan pretest-posttest control group design. Uji Hipotesis dengan independent sample test melalui SPSS 22 untuk mengetahui perbandingan skor kelas eksperimen dan kontrol. Output pretest pada kelas eksperimen memiliki mean 84.72 dan posttest 99.59. Kelas kontrol saat pretest memiliki mean 88.19 dan posttest 93.63. Hasil uji independent sample test pada pretest memiliki nilai F (0.442) dengan signifikansi (2-tailed) 0.137 lebih besar dari 0.05 yang berarti tidak adanya perbedaan yang mencolok, kemudian pada saat posttest menunjukkan nilai F (1.028) dengan signifikansi (2-tailed) 0.003 lebih kecil dari 0.05, sehingga ada perbedaan yang mencolok antara tingkat aktualisasi diri kelas eksperimen dan kontrol.
Pengembangan Inventori Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Menengah Pertama di Jawa Timur M Ramli; Nur Hidayah; Lutfi Fauzan
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Education Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i12022p046

Abstract

Abstract: The understanding of national intelligence is important for students because in early adolescence, junior high school students are in a state of lability in emotional development. However, circumstances in the field show that many counselors have difficulty in helping students obtain proper information about such emotional intelligence due to the absence of adequate instruments. The purpose of this study is to develop an inventory of emotional intelligence. For this reason, the design is development research. The stages of its development, the preparation of the construct of characteristics to be measured, the preparation of the instrument grid, the preparation of statement items (items), the implementation of expert considerations, the analysis of expert consideration results, field trials, analysis of the results of field trials and revisions, the preparation of norms and guidelines for the use of instruments, and the preparation of reports. The population of this study was junior high school students in East Java Province with the research sample being 389 junior high school students taken using the multistage technique of cluster random sampling area. The study produced a set of emotional intelligence inventories of East Java Junior High School students with adequate validity and reliability as well as practical five-scale norms for counselors to use in uncovering the emotional intelligence of junior high school students in East Java. Based on these results, it is hoped that further research will be carried out with evidence of predictive validity and the development of guidelines for the use of emotional intelligence inventories for East Java Junior High School students. Abstrak: Pemahaman kecerdasan nasional penting bagi siswa karena pada usia remaja awal, siswa SMP berada pada kondisi labil dalam perkembangan emosi. Namun, keadaan dilapangan menunjukkan banyak konselor mengalami kesulitan dalam membantu siswa memperoleh informasi yang tepat tentang kecerdasan emosional tersebut karena tidak adanya instrumen yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan inventori kecerdasan emosional. Untuk itu rancangannya adalah penelitian pengembangan. Tahap-tahap pengembangannya, penyusunan konstruk karakteristik yang hendak diukur, penyusunan kisi-kisi instrumen, penyusunan butir pernyataan (item), pelaksanaan pertimbangan pakar, analisis hasil pertimbangan pakar, uji coba lapangan, analisis hasil uji coba lapangan dan revisi, penyusunan norma dan panduan penggunaan instrumen, dan penyusunan laporan. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP di Provinsi Jawa Timur dengan sampel penelitian adalah 389 siswa SMP yang diambil dengan teknik multistages area cluster random sampling. Penelitian menghasilkan seperangkat inventori kecerdasan emosional siswa SMP Jawa Timur dengan validitas dan reliabilitas memadai serta norma skala lima yang praktis untuk digunakan konselor dalam mengungkap kecerdasan emosional siswa SMP di Jawa Timur. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan dilakukan penelitian lanjutan dengan bukti validitas prediktif dan pengembangan panduan penggunaan inventori kecerdasan emosional siswa SMP Jawa Timur.