Mahasiswa rantau seringkali menghadapi tantangan psikologis dan budaya yang memengaruhi proses akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa dari luar daerah dalam menjalani homesick dan penyesuaian budaya di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri dari mahasiswa rantau dan informan tambahan yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada awal masa merantau, mahasiswa merasakan homesick yang ditandai dengan kesedihan, kerinduan pada keluarga, kesepian, dan kecemasan, yang berdampak pada menurunnya fokus belajar serta stabilitas emosi. Dalam penyesuaian budaya, mahasiswa menghadapi hambatan bahasa, kebiasaan, dan cara bersosialisasi, namun mampu beradaptasi secara bertahap melalui interaksi lingkungan. Strategi koping yang diterapkan meliputi komunikasi intensif dengan keluarga, keterlibatan dalam kegiatan akademik, dan perluasan jaringan sosial. Kesimpulannya, kemampuan adaptasi yang aktif disertai dukungan sosial yang kuat dari keluarga dan teman sebaya menjadi faktor krusial dalam mereduksi homesick serta mempercepat penyesuaian budaya mahasiswa rantau.
Copyrights © 2026