Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bimbingan dan konseling dalam penggunaan media sosial tren velocity pada Gen Alpha di SMP Negeri 1 Angkola Sangkunur. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain Sequential Exploratory, yaitu diawali dengan penelitian kualitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui angket kepada 25 siswa. Analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial pada siswa cukup tinggi digunakan untuk hiburan, komunikasi, mencari informasi, serta mengikuti tren velocity. Penggunaan yang berlebihan berdampak pada berkurangnya waktu dan konsentrasi belajar, namun juga dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara bijak. Implementasi bimbingan dan konseling dilakukan melalui layanan informasi. Dengan demikian dapat disimpulkan penggunaan media sosial dan tren velocity memengaruhi kebiasaan belajar siswa sehingga diperlukan peran guru BK, wali kelas, kepala sekolah, dan orangtua dalam membimbing siswa memanfaatkan media sosial secara positif
Copyrights © 2026