Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Sabun Cuci Piring Berbasis Daun Pandan dan Jeruk Nipis sebagai Produk UMKM di Desa Perkebunan Bukit Lawang

Mutia Putri (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
Bagas Permana (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
M Ridwan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
Nazwa Amalia Selayan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
Dwikalsum Dwikalsum (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
Najma Syafitri Siregar (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
Khairil Anzar (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
Mhd Iqbal Hadikarsa (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
Astri Wulandari (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)
Bella Nanda Siregar (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2026

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal berupa daun pandan dan jeruk nipis menjadi produk rumah tangga bernilai tambah, sekaligus memperkenalkan pengemasan dan identitas produk sebagai langkah awal pengembangan UMKM di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai peserta aktif dalam proses pemberdayaan melalui tahapan identifikasi potensi dan kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 melalui program “UMKM Naik Kelas” dengan melibatkan kelompok PKK dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan menghasilkan 40 botol sabun cuci piring berbahan ekstrak daun pandan dan jeruk nipis yang dikemas menggunakan botol bekas dari bank sampah dan dilengkapi label produk yang dirancang oleh mahasiswa. Peserta menunjukkan respons positif dan terlibat dalam proses diskusi, pencampuran bahan, pengadukan, serta pengemasan. Namun, dari 30 peserta yang diundang, hanya 10 orang yang hadir dan keterbatasan waktu menyebabkan sebagian proses pencampuran telah dipersiapkan sebelumnya oleh mahasiswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal melalui pendekatan partisipatif dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan keterampilan dan rintisan produk UMKM masyarakat, meskipun dampak ekonomi jangka panjang belum dapat diukur.

Copyrights © 2026