Prokrastinasi akademik merujuk pada kebiasaan menunda penyelesaian tugas, suatu perilaku yang berpotensi menghambat keberhasilan akademik peserta didik. Salah satu faktor yang berperan penting dalam meminimalkan perilaku tersebut adalah kemampuan pembelajaran mandiri (self-regulated learning). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran mandiri dalam menekan terjadinya prokrastinasi akademik melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis (Systematic Literature Review atau SLR). Kajian ini menelaah sebanyak 22 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2021 hingga 2025, yang diperoleh dari basis data ilmiah terpercaya serta diseleksi secara ketat mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil sintesis temuan menunjukkan bahwa keseluruhan penelitian yang dikaji mengungkapkan adanya hubungan negatif antara pembelajaran mandiri dan prokrastinasi akademik; hal ini mengisyaratkan bahwa semakin tinggi kemampuan peserta didik dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya sendiri, maka semakin kecil kecenderungannya untuk melakukan penundaan dalam menyelesaikan kewajiban akademik, semakin rendah kecenderungan mereka melakukan prokrastinasi akademik. Selain itu, efektivitas self-regulated learning dipengaruhi oleh faktor lain, seperti self-efficacy, motivasi belajar, dukungan sosial, dan lingkungan belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan regulasi diri melalui strategi pembelajaran yang terarah berpotensi menjadi upaya efektif dalam mengurangi prokrastinasi akademik serta meningkatkan kemandirian belajar siswa.
Copyrights © 2026