Pembelajaran sepak bola di sekolah dasar menghadirkan berbagai tantangan bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), terutama karena perbedaan kemampuan teknik dasar siswa, pengelolaan kelas, keterbatasan sarana, waktu pembelajaran, dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan guru PJOK dalam menerapkan model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran sepak bola kelas V sekolah dasar serta mengidentifikasi dampaknya terhadap keaktifan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 27 siswa kelas V dan guru PJOK di SDN Bunulrejo 2. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama guru meliputi heterogenitas kemampuan siswa, pengelolaan kelas yang lebih kompleks, keterbatasan sarana dan waktu, serta kepercayaan diri siswa. Guru mengatasinya melalui pembentukan kelompok heterogen, pendampingan, modifikasi permainan, pemberian motivasi, dan optimalisasi sarana. Penerapan TGT juga meningkatkan keaktifan gerak, keberanian, kerja sama, dan partisipasi siswa. Disimpulkan bahwa keberhasilan TGT sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik, manajerial, kreativitas, dan fleksibilitas guru dalam mengelola pembelajaran.
Copyrights © 2026