Pencegahan penyakit kardiovaskular perlu diperkenalkan sejak usia sekolah karena kebiasaan yang berkaitan dengan pola makan, aktivitas fisik, perilaku sedentari, dan paparan asap rokok dapat berkembang sejak masa kanak-kanak dan berkontribusi terhadap kesehatan kardiovaskular pada tahap kehidupan berikutnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan jantung dan pencegahan risiko kardiovaskular melalui Program Sekolah Sahabat Jantung. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 di SDN 1 Mangunsari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan melibatkan 60 siswa kelas IV dan V. Program menggunakan pendekatan edukasi kesehatan berbasis sekolah yang interaktif dengan evaluasi one-group pretest-posttest. Edukasi diberikan melalui media audiovisual, pertanyaan pemantik, diskusi dan tanya jawab, serta kuis edukatif Sahabat Jantung. Materi meliputi pengenalan fungsi jantung, pemilihan makanan dan minuman sehat, aktivitas fisik, pembatasan perilaku sedentari, pencegahan paparan asap rokok, dan kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan kardiovaskular. Pengetahuan siswa diukur sebelum dan segera setelah edukasi. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 62,3 ± 11,4 pada pretest menjadi 84,8 ± 9,2 pada posttest, dengan peningkatan rerata sebesar 22,5 poin dan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan segera setelah siswa mengikuti program. Program Sekolah Sahabat Jantung berpotensi menjadi pendekatan promosi kesehatan berbasis sekolah untuk memperkenalkan pencegahan risiko kardiovaskular sejak usia dini. Pengembangan selanjutnya perlu melibatkan guru dan keluarga serta mengevaluasi retensi pengetahuan dan perubahan perilaku kesehatan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026