Articles
Effectiveness of Hybrid Digital Learning for Hypertension Self-Management Education among Hypertensive Patients
Prima Trisna Aji;
Marta Tania Gabriel Ching Cing;
Elinda Rizkasari
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61227/rz573t06
Hypertension remains a major global health problem associated with poor medication adherence, inadequate self-management behavior, and uncontrolled blood pressure among patients in primary healthcare settings. This study aimed to analyze the effectiveness of Hybrid Digital Learning for Hypertension Self-Management Education in improving medication adherence and blood pressure control among hypertensive patients. This study employed a quasi-experimental pretest-posttest control group design conducted at Klinik Pratama Jatipuro Muhammadiyah Karanganyar, Central Java, Indonesia, from January to March 2026. A total of 62 participants were recruited using purposive sampling and equally divided into intervention and control groups. The intervention group received hybrid digital learning interventions consisting of face-to-face educational sessions, digital pocketbook-based learning media, and weekly monitoring for eight weeks, while the control group received standard educational services. Medication adherence was measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), while blood pressure was assessed using a calibrated digital sphygmomanometer. Data were analyzed using SPSS version 26 using descriptive and inferential statistical tests. The findings demonstrated significant improvements in medication adherence scores from 5.21 ± 1.12 to 7.43 ± 0.88, reductions in systolic blood pressure from 154.61 ± 10.43 mmHg to 132.48 ± 8.71 mmHg, and reductions in diastolic blood pressure from 96.32 ± 7.14 mmHg to 84.51 ± 6.27 mmHg among participants receiving the hybrid digital learning intervention (p < 0.001). The study concludes that Hybrid Digital Learning for Hypertension Self-Management Education is effective in improving medication adherence and blood pressure control among hypertensive patients. The findings support the integration of hybrid digital learning models into primary healthcare education programs to strengthen long-term hypertension self-management and technology-assisted patient education.
Model Pembelajaran Digital Integratif Berbasis Literasi Kesehatan dalam Peningkatan Literasi dan Kemandirian Belajar Anak Usia Dini
Prima Trisna Aji;
Elinda Rizkasari
LENTERA ANAK Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026 : Lentera Anak
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34001/sqqz5t55
Abstract. This study is motivated by the low level of literacy and learning independence among early childhood learners, as well as the limited use of digital educational media integrated with health literacy. Health literacy plays an important role in shaping healthy behavior from an early age, yet it is still rarely incorporated into early childhood learning processes. This study aims to analyze the effectiveness of interactive digital learning media based on health literacy in improving literacy and learning independence among early childhood learners. This study employed a quasi-experimental design using a pretest and posttest approach with a control group. The subjects were early childhood learners divided into experimental and control groups. Data were collected through observation instruments and assessment sheets that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using parametric statistical tests to determine differences between groups. The results showed that interactive digital learning media based on health literacy significantly improved literacy and learning independence among early childhood learners. These findings indicate that integrating health literacy into digital learning media can serve as an innovative approach to support optimal child development.
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an dan Relaksasi Nafas Dalam dengan Dzikir pada Mahasiswa dengan Gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD): Studi Kasus
Putri Utami;
Yunie Armiyati;
Prima Trisna Aji;
Noviana Permatasari;
Putri EM Bintang
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.20891
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pada saluran pencernaan yang sering dialami oleh mahasiswa akibat pola makan yang tidak teratur, stres akademik, serta gaya hidup yang kurang sehat. Pendekatan terapi komplementer berbasis spiritual seperti murottal Al-Qur’an dan dzikir berpotensi membantu menurunkan gejala GERD melalui efek relaksasi fisiologis dan psikologis. Laporan ini menggunakan desain case report dengan pendekatan single case study yang bertujuan menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Qur’an yang dikombinasikan dengan relaksasi nafas dalam dan dzikir pada mahasiswa pondok pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang yang mengalami gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) berupa nyeri ulu hati, sensasi terbakar pada dada (heartburn), serta regurgitasi asam lambung. Intervensi dilakukan selama lima hari berturut-turut dengan durasi sekitar 15 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan intensitas nyeri epigastrium menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) serta observasi terhadap gejala refluks yang dirasakan pasien. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri epigastrium dari skala 6 menjadi skala 2 berdasarkan Numeric Rating Scale setelah lima hari intervensi. Selain itu, sensasi heartburn dan regurgitasi asam lambung juga mengalami penurunan secara bertahap selama periode intervensi. Penerapan terapi murottal Al-Qur’an yang dikombinasikan dengan relaksasi nafas dalam dan dzikir berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer yang membantu menurunkan gejala GERD serta meningkatkan kenyamanan pasien. Pendekatan relaksasi berbasis spiritual ini dapat digunakan sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik pada pasien dengan gangguan gastrointestinal.
Penerapan Kombinasi Progressive Muscle Relaxation dan Slow Deep Breathing terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Komunitas: Multiple Case Study
Olin Ben Yanuan;
Prima Trisna Aji
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.21459
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang masih menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat dan berisiko menyebabkan komplikasi kardiovaskular apabila tidak terkontrol dengan baik. Intervensi nonfarmakologis berbasis relaksasi dapat menjadi alternatif dalam membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di komunitas. Studi ini bertujuan menggambarkan penerapan kombinasi Progressive Muscle Relaxation dan Slow Deep Breathing terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di komunitas. Studi ini menggunakan desain multiple case study pada dua pasien hipertensi di Posyandu Lansia Kota Semarang. Intervensi dilakukan selama tujuh hari berturut-turut melalui kombinasi Progressive Muscle Relaxation selama 15 menit dan Slow Deep Breathing selama 10 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua pasien. Pada pasien pertama, tekanan darah menurun dari 160/100 mmHg menjadi 142/84 mmHg, sedangkan pada pasien kedua menurun dari 158/98 mmHg menjadi 140/82 mmHg. Selain itu, pasien melaporkan berkurangnya keluhan pusing, ketegangan pada tengkuk, rasa cemas, dan gangguan tidur setelah intervensi dilakukan. Penerapan kombinasi Progressive Muscle Relaxation dan Slow Deep Breathing dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan relaksasi pada pasien hipertensi di komunitas. Intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis berbasis evidence-based nursing dalam pengelolaan hipertensi di komunitas.
Implementasi Edukasi Self-Management dalam Pengendalian Tekanan Darah dan Pencegahan Kekambuhan pada Pasien Hipertensi: Laporan Kasus
Prima Trisna Aji;
Arief Shofyan Baidhowy;
Erni Rahmawati
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v7i1.20894
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif pasien dalam mengelola kondisi kesehatannya melalui pendekatan self-management. Kurangnya pemahaman pasien mengenai pengelolaan hipertensi dapat menyebabkan rendahnya kepatuhan terhadap pengobatan serta meningkatkan risiko terjadinya kekambuhan hipertensi. Oleh karena itu, edukasi self-management menjadi salah satu intervensi keperawatan yang penting untuk membantu pasien dalam mengontrol tekanan darah secara optimal. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi edukasi self-management pada pasien hipertensi dalam mengontrol tekanan darah dan mencegah kekambuhan. Laporan kasus ini memberikan gambaran klinis mengenai penerapan edukasi self-management secara terstruktur dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi di layanan kesehatan primer. Penelitian ini menggunakan desain case report yang disusun berdasarkan pedoman CARE Guideline. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, observasi, serta pemeriksaan fisik pada pasien hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa edukasi self-management meliputi pemahaman mengenai hipertensi, kepatuhan terhadap pengobatan, modifikasi gaya hidup sehat, serta pemantauan tekanan darah secara mandiri. Hasil laporan kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi edukasi self-management, pasien mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan hipertensi, peningkatan kepatuhan terhadap terapi pengobatan, serta perubahan perilaku kesehatan yang lebih baik. Selain itu, tekanan darah pasien mengalami penurunan dari 160/100 mmHg menjadi 145/90 mmHg setelah dilakukan intervensi. Kesimpulan dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa edukasi self-management dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan yang efektif dalam membantu pasien hipertensi mengontrol tekanan darah serta mencegah kekambuhan hipertensi.
The Effect of Digital Pocketbook on Anemia-Related Health Literacy and Anemia Prevention Awareness among Elementary School Students
Prima Trisna Aji;
Tukimin Bin Sansuwito;
Elinda Rizkasari
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 2 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pijies.v9i2.11018
Anemia remains a significant health concern among school-aged children because it can adversely affect cognitive development, concentration, academic performance, and overall well-being. Despite the importance of early prevention, many elementary school students have limited understanding of anemia-related health information, which may hinder the development of preventive health awareness. This study aimed to examine the effect of a Digital Pocketbook on health literacy and anemia prevention awareness among elementary school students. A quantitative study employing a quasi-experimental pretest–posttest control group design was conducted among 60 fifth-grade students selected through purposive sampling and assigned to an intervention group (n = 30) and a control group (n = 30). The intervention consisted of a multimedia-based Digital Pocketbook containing visual illustrations, concise learning modules, and interactive reflective activities related to anemia prevention, which was implemented for four weeks. Data were collected using the Health Literacy Questionnaire for Elementary Students (HLQ-ES) and the Anemia Prevention Awareness Questionnaire (APAQ). The results revealed that students in the intervention group experienced significantly greater improvements in health literacy and anemia prevention awareness than those in the control group (p < 0.001). Large effect sizes were observed for health literacy (d = 1.85) and anemia prevention awareness (d = 1.92), indicating substantial educational benefits of the intervention. These findings suggest that the Digital Pocketbook is an effective educational medium for strengthening students’ understanding of anemia-related health information and enhancing preventive health awareness. Future studies should investigate whether these improvements translate into sustained preventive health behaviors.
EFEKTIVITAS EDUKASI BUKU SAKU DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MENGONTROL TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI
Prima Trisna Aji;
Marta Tania Gabriel Ching Cing;
Elinda Rizkasari
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67717/740311
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan rendahnya pengetahuan pasien dan kurang optimalnya pengendalian tekanan darah. Intervensi edukasi menggunakan media sederhana seperti buku saku dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan self-management pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi buku saku dalam meningkatkan pengetahuan dan mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Penelitian melibatkan 44 responden pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah tervalidasi dan pengukuran tekanan darah. Intervensi diberikan berupa edukasi terstruktur menggunakan buku saku, dan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada skor pengetahuan (Δ = 21,82; p < 0,001). Selain itu, terjadi penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah pemberian edukasi buku saku (p < 0,001). Edukasi buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi serta dapat direkomendasikan sebagai strategi praktis dan cost-effective dalam praktik keperawatan untuk meningkatkan self-management pasien.
SMART-HTN Pocketbook Education and Improved Medication Adherence and Blood Pressure Control in Primary Care
Prima Trisna Aji;
Marta Tania Gabriel Ching Cing;
Elinda Rizkasari
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33755/jkk.v12i2.1012
Background: Hypertension remains a major global health problem contributing significantly to cardiovascular morbidity and mortality. Poor medication adherence is a key factor leading to uncontrolled blood pressure, particularly in primary care settings. The SMART-HTN pocketbook is a structured educational tool integrating medication adherence, lifestyle modification, and self-monitoring strategies for hypertension management. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of SMART-HTN pocketbook-based education on medication adherence and blood pressure control among hypertensive patients in primary care. Methods: A quasi-experimental pretest–posttest control group study was conducted involving 60 hypertensive patients (30 intervention and 30 control). The intervention group received structured education using the SMART-HTN pocketbook combined with follow-up reinforcement for eight weeks, while the control group received standard care. Medication adherence was measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), and blood pressure was assessed using a calibrated digital sphygmomanometer. Data were analyzed using paired and independent t-tests. Results: Baseline characteristics were comparable between groups (p > 0.05). After eight weeks, the intervention group demonstrated a significant increase in medication adherence scores (mean difference = +2.3 points; p < 0.001) compared to the control group. In addition, systolic blood pressure decreased by 13.3 mmHg and diastolic blood pressure decreased by 8.3 mmHg in the intervention group, both significantly greater than the control group (p < 0.001). Conclusion: SMART-HTN pocketbook-based education was associated with improved medication adherence and better blood pressure control among hypertensive patients in primary care. This structured and low-cost intervention shows promise as a scalable strategy for hypertension management in resource-limited settings
Penerapan Aromaterapi Chamomile Terhadap Kecemasan Pasien Pre-Pci di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung
Richta Puspita Haryanti;
Arief Shofyan Baidhowy;
Sandra Andini;
Prima Trisna Aji
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25449
ABSTRACT Coronary heart disease is one of the leading causes of mortality worldwide. Patients with ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) who are scheduled to undergo Percutaneous Coronary Intervention (PCI) often experience high levels of anxiety, which may worsen hemodynamic conditions and compromise clinical stability. One potential intervention to address this issue is the administration of chamomile aromatherapy. To analyze the effect of chamomile aromatherapy on anxiety levels in patients during the preoperative phase of PCI at Abdul Moeloek Hospital, Bandar Lampung. This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach. A total of 10 respondents were selected using purposive sampling. Anxiety levels were measured using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI). The intervention consisted of inhalation of chamomile aromatherapy for approximately 8 hours at night over a period of three days. The study was conducted from January 25 to February 20, 2026. The findings showed that the mean anxiety score decreased from 44.60 to 34.80. Paired t-test analysis indicated a statistically significant difference (p = 0.000). Chamomile aromatherapy is effective in reducing anxiety levels among patients undergoing PCI in the preoperative phase. Keywords: Chamomile Aromatherapy, Anxiety, STEMI, PCI, Coronary Heart Disease. ABSTRAK Penyakit jantung koroner termasuk salah satu penyebab utama kematian di dunia. Pasien dengan STEMI yang akan menjalani tindakan PCI sering mengalami kecemasan tinggi yang dapat memperburuk kondisi hemodinamik dan mengganggu stabilitas klinis pasien. Salah satu intervensi untuk mengatasi itu adalah dengan pemberian aromaterapi chamomile. Untuk menganalisis pengaruh aromaterapi chamomile terhadap tingkat kecemasan pasien pada fase preoperatif PCI di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest. Sampel sebanyak 10 responden dipilih secara purposive sampling. Pengukuran kecemasan menggunakan State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Intervensi diberikan berupa inhalasi aromaterapi chamomile selama ±8 jam pada malam hari selama 3 hari. Periode penelitian berlangsung antara 25 Januari 2026 – 20 Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kecemasan menurun dari 44,60 menjadi 34,80. Uji paired t-test menunjukkan hasil signifikan (p = 0,000). Aromaterapi chamomile efektif dalam menurunkan kecemasan pasien preoperatif PCI. Kata Kunci: Chamomile Aromatherapy, Kecemasan, STEMI, PCI, Penyakit Jantung Koroner.
Effektivitas Early Exercise Terhadap Disfungsi Bahu dan Range Of Motion Pasien Post Radikal Mastektomi : Sistematik Review
Zuniati;
Prima Trisna Aji
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 7 No 1 (2026): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/asjn.v7i1.2500
Latar belakang: Mastektomi sering menyebabkan keterbatasan mobilitas lengan dan bahu, yang berisiko menimbulkan nyeri, fibrosis, dan disfungsi bahu pada pasien kanker payudara. Early exercise pascaoperasi direkomendasikan untuk mempercepat pemulihan rentang gerak dan mencegah komplikasi muskuloskeletal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas early exercise terhadap peningkatan range of motion bahu dan pencegahan disfungsi bahu pada pasien pasca modified radical mastectomy (MRM). Metode: Systematic review dilakukan dengan penelusuran literatur pada database PubMed, ScienceDirect, dan Semantic Scholar dengan pedoman PRISMA menggunakan kata kunci “early exercise in breast cancer or mastectomy for range of motion”. Kriteria inklusi meliputi studi randomized controlled trial berbahasa Inggris yang diterbitkan tahun 2021–2026, responden dewasa >18 tahun menjalani MRM primer tanpa rekonstruksi, tanpa gangguan mental dan gangguan berjalan. Hasil: Tujuh studi menunjukkan bahwa early exercise yang terstruktur dan aman dapat meningkatkan kekuatan sendi, memperbaiki fungsi bahu, dan mengurangi atrofi otot. Intervensi ini efektif mencegah kekakuan, mengurangi nyeri, dan mempercepat pemulihan fungsional bahu pascaoperasi. Kesimpulan: Early exercise merupakan intervensi sederhana, aman, dan terbukti bermanfaat untuk meningkatkan range of motion serta mencegah disfungsi bahu pada pasien pasca MRM. Hasil ini dapat diintegrasikan ke dalam protokol discharge planning untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara pascaoperasi.