Aktivitas literasi anak di SDN 1 Oneeha, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, masih bertumpu pada pembelajaran di sekolah, sementara budaya membaca di keluarga belum terbangun secara konsisten. Meskipun Gerakan Literasi Sekolah telah dilaksanakan, keterampilan orangtua dalam mendampingi membaca nyaring, ketersediaan bahan bacaan, variasi media, dan pemanfaatan teknologi literasi digital masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan orangtua dalam membangun budaya membaca anak secara terstruktur dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi audio digital. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pelatihan membaca nyaring berbasis teknologi audio digital bagi guru, pelatihan penggunaan buku audio digital bagi orangtua, pendampingan praktik melalui tugas rumah literasi dan komunikasi sekolah–keluarga, serta evaluasi berkala. Guru berperan sebagai mitra utama dan penggerak literasi keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan respons sangat positif dengan capaian keseluruhan 89,48% (kategori sangat tinggi), dibandingkan kondisi awal sebesar 62,04% (kategori sedang). Temuan menunjukkan bahwa integrasi peran guru, keterlibatan orangtua, praktik membaca nyaring, dan teknologi audio digital efektif memperkuat budaya literasi keluarga. Pendekatan kolaboratif tersebut mendorong aktivitas membaca anak yang lebih aktif, interaktif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026