Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi usaha tani dan sistem pemasaran bawang merah, menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya pendapatan petani, serta mengkaji potensi pengembangan agroindustri pengolahan bawang merah dalam meningkatkan nilai tambah usaha petani di Desa Dulang Kabupaten Enrekang. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas petani bawang merah yang dipilih secara purposive, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah di Desa Dulang tergolong tinggi, namun sistem pemasarannya masih bersifat tradisional dan sepenuhnya bergantung pada tengkulak, sehingga posisi tawar petani rendah. Rendahnya pendapatan dan nilai tambah petani disebabkan oleh kombinasi kelemahan internal, seperti keterbatasan modal, minimnya fasilitas pascapanen, dan rendahnya keterampilan pengolahan, serta ancaman eksternal berupa fluktuasi harga, hama penyakit, dan cuaca yang tidak menentu. Disimpulkan bahwa pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng berpotensi besar meningkatkan nilai tambah usaha tani, dengan syarat didukung penguatan kelembagaan, pelatihan, dan akses permodalan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026