Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana guru dan siswa menegosiasikan peran dalam pembelajaran berpusat siswa pada kelas VI Madrasah Ibtidaiyah di Kota Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada interaksi guru–siswa, pembagian kendali, pilihan siswa, dan bantuan guru. Informan awal terdiri atas tiga guru kelas VI dan sembilan siswa dari tiga rombel. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian peran bersifat fleksibel tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan pembelajaran. Siswa dapat memilih cara mengerjakan tugas, mengusulkan kegiatan, dan mencoba secara mandiri, sedangkan guru tetap memegang kendali atas tujuan, waktu, aturan, materi tertentu, dan penilaian. Scaffolding membantu pergeseran kendali secara bertahap. Siswa umumnya memaknai pilihan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan memotivasi, meskipun terlalu banyak pilihan dapat menimbulkan kebingungan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berpusat siswa tidak berarti hilangnya otoritas guru, melainkan negosiasi pembagian kendali secara situasional
Copyrights © 2026