Jurnal Komunitas Bahasa
Vol 14 No 2 (2026): October 2026

Komodifikasi Bahasa dalam Lanskap Linguistik Dataran Tinggi Dieng: Hibridisasi Lokal-Global dan Penjenamaan Destinasi Wisata

Fauzi Rahman (Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI)
Puri Kurniasih (Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI)
Sulis Setiawati (Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI)
Hilda Hilaliyah (Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI)
Ahmad Khoiril Anam (Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI)
Ahmad Muzaki (Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2026

Abstract

ng publik pariwisata identik dengan produksi citra, nilai, dan pengalaman yang dapat dipertukarkan secara ekonomi. Termasuk juga objek wisata di Indonesia yang populer dengan suhu dingin, yaitu Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi komodifikasi bahasa dalam lanskap linguistik Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan korpus awal 78 foto tanda publik dan komersial. Tanda dianalisis berdasarkan aktor pembuat tanda, jenis tanda, pilihan bahasa, fungsi informasional dan simbolik, serta derajat indikasi komodifikasi. Analisis menunjukkan bahwa 39 unit (53,4%) memiliki indikasi komodifikasi kuat hingga sangat kuat, 19 unit (26,0%) berkategori sedang, sedangkan tanda lain terutama menjalankan fungsi pelayanan, keselamatan, keagamaan, dan pengaturan ruang. Komodifikasi bahasa direpresentasikan melalui empat mekanisme utama: (1) penggunaan bahasa Inggris untuk mengindeks modernitas, profesionalitas, dan keterhubungan global; (2) hibridisasi bahasa lokal, nama tokoh, toponim, dan leksikon budaya dengan register wisata global untuk memasarkan autentisitas; (3) penggunaan nama “Dieng” sebagai penanda asal, mutu, dan jenama destinasi; serta (4) pengemasan bentang alam, cuaca, kuliner, mobilitas, dan aktivitas pertanian menjadi pengalaman wisata yang tersedia untuk pengunjung. Tanda bottom-up mendominasi praktik komodifikasi, sedangkan tanda top-down lebih konsisten menjalankan fungsi informasional. Temuan ini menegaskan bahwa komodifikasi tidak identik dengan setiap kemunculan bahasa asing, tetapi bergantung pada hubungan antara pilihan bahasa, desain representasi, aktor pembuat tanda, dan orientasi pasar.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkb

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Komunitas Bahasa menerbitkan manuskrip tentang penelitian pengajaran bahasa, sastra, dan linguistik. Jurnal Komunitas Bahasa menampilkan kebaruan penelitian dan signifikansi untuk kemajuan ilmu pengetahuan di salah satu bidang manuskrip yang diterbitkan. Jurnal ini menerima kiriman dari ...