Mutu pembelajaran di kelas II SD Negeri 1 Pejaring masih perlu ditingkatkan, khususnya pada keterampilan berpikir kritis siswa. Proses pembelajaran yang masih cenderung konvensional dan berpusat pada guru menyebabkan siswa kurang aktif dalam mengemukakan pendapat, menganalisis masalah, dan menyimpulkan hasil pembelajaran. Hal ini berdampak pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas II SD Negeri 1 Pejaring. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan model PjBL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, uji homogenitas menunjukkan data bersifat homogen dengan nilai signifikansi 0,422 > 0,05, sehingga memenuhi syarat analisis parametrik. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pretest dan posttest masing-masing kelas melalui uji Paired Sample t-Test (0,000 < 0,05), serta terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan uji Independent Sample t-Test (0,000 < 0,05). Hasil N-Gain menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen sebesar 64,15% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 45,25%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning (PjBL) berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas II SD Negeri 1 Pejaring.
Copyrights © 2026