Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Vol. 12 No. 03 (2026): September 2026 (Inprogress)

Potensi Tradisi Mutik Sumbun Suku Duano Jambi Sebagai Sumber Belajar Biologi Terintegrasi Etnosains: (The Potential of The Mutik Sumbun Tradition of The Duano Jambi Tribe as Source of Integrated Ethnoscience Biology Learning)

Oktivia Armitha, Della (Unknown)
Hamidah, Afreni (Unknown)
Hariyadi, Bambang (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2026

Abstract

The concept of ecosystem conservation in the mutik sumbun tradition of the Duano tribe in Jambi has not been presented in teaching materials. Therefore, research was conducted with the aim of exploring the potential of the mutik sumbun tradition that can be developed as ecosystem teaching materials. This research is a qualitative study with an ethnoscience approach using research instruments in the form of preliminary analysis questionnaires and interview guidelines. Data analysis was performed using the Miles and Huberman analysis technique, through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research, it is known that the Duano tribe practices the mutik sumbun tradition using a sorting technique and simple tools carried out on sandbars located near mangrove communities. Although many researchers have visited the location of the tradition, not many research results have been documented in teaching materials. The need for teaching materials based on the mutik sumbun tradition is also supported by observations in schools, where 81.8% of students stated that teachers in class had never connected the subject matter with Jambi culture. Furthermore, 57.6% of students also expressed interest in learning about ecosystems related to the mutik sumbun tradition. The results of this study show that the mutik sumbun tradition of the Duano tribe has the potential to be developed into teaching materials and indicate a need for teaching materials that integrate the ethnoscience of the mutik sumbun tradition into ecosystem material. Abstrak. Konsep konservasi ekosistem dalam tradisi mutik sumbun Suku Duano Jambi belum disajikan dalam bahan ajar. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menggali potensi tradisi mutik sumbun yang dapat dikembangkan sebagai bahan ajar ekosistem. Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan etnosains menggunakan instrumen penelitian berupa lembar angket analisis awal dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis Miles and Huberman, melalui 3 tahapan yakni, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa  masyarakat Suku Duano melakukan tradisi mutik sumbun dengan teknik pilah-pilih dan alat sederhana yang dilakukan di beting, lokasinya berada dekat dengan komunitas magrove. Meskipun sudah banyak peneliti yang mengunjungi lokasi tradisi, tetapi belum banyak hasil penelitian yang didokumentasikan dalam bahan ajar. Kebutuhan akan bahan ajar berbasis tradisi mutik sumbun ini juga didukung dengan observasi di sekolah, dimana sebanyak 81,8% peserta didik menyatakan bahwa guru di kelas belum pernah menghubungkan materi pelajaran dengan kebudayaan Jambi. Kemudian, sebesar 57,6% peserta didik juga menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari ekosistem yang dikaitkan dengan tradisi mutik sumbun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi mutik sumbun suku duano memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bahan ajar, serta menunjukkan adanya kebutuhan bahan ajar terintegrasi etnosains tradisi mutik sumbun pada materi ekosistem.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

biodik

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Decision Sciences, Operations Research & Management Education Environmental Science Social Sciences

Description

Biodik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi receiving and publishing article in the form of research (scientific article) in the field of biology education and utilization of biological research in learning. Moreover, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ...