Pendidikan lingkungan pada jenjang Anak Usia Dini (PAUD) selama ini cenderung bersifat instruksional-teknis dan belum menyentuh dimensi afektif peserta didik secara mendalam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengintegrasikan sastra hijau (green literature) berbasis prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) guna menumbuhkan literasi lingkungan anak usia dini. Program ini dilaksanakan di TK Al-Istiqomah Muslimat NU-IV Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dengan melibatkan 5 orang guru sebagai mitra sasaran. Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan: observasi dan analisis kebutuhan, pelatihan dan workshop perancangan modul (RPPH dan LKPD), serta pendampingan implementasi pembelajaran di kelas yang menggabungkan storytelling ekologis dengan aksi nyata (hands-on activity) pemanfaatan botol plastik bekas untuk pot tanaman. Evaluasi keberhasilan diukur menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan analisis pre-test, post-test, serta Normalized Gain (N-Gain). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru yang signifikan, di mana rata-rata skor kumulatif meningkat dari 3,02 (60,4%) pada pre-test menjadi 4,56 (91,2%) pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,78 (kategori Tinggi). Peningkatan tertinggi terjadi pada penguasaan konsep Deep Learning dan kemampuan mengintegrasikan tema lingkungan ke dalam kegiatan belajar yang bermakna. Program ini berhasil membekali guru dengan perangkat ajar aplikatif sekaligus menanamkan kebiasaan dan kesadaran ekologis pada anak sejak usia dini.
Copyrights © 2026