Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian, struktur penyajian, dan makna simbolik dalam tradisi Nampaling di Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Nampaling merupakan tradisi budaya masyarakat agraris berupa kegiatan menangkap belalang di area persawahan setelah masa panen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nampaling bukan merupakan pertunjukan seni, melainkan aktivitas kolektif masyarakat yang menggunakan alat tradisional tampaling. Pelaksanaannya terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, penangkapan belalang, serta pengumpulan dan pemanfaatan hasil tangkapan. Nampaling berkembang dari aktivitas keseharian masyarakat menjadi bagian dari festival budaya sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Makna simboliknya mencerminkan keharmonisan manusia dan alam, kebersamaan, gotong royong, kearifan lokal, rasa syukur atas hasil panen, dan identitas budaya. Meskipun mengalami perubahan pada perlengkapan dan penyajiannya, Nampaling tetap memiliki fungsi sosial dan budaya bagi masyarakat.
Copyrights © 2026