Arni Apriliani
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Anyaman Eceng Gondok sebagai Penentu Produk Layak Ekspor di Desa Sukaraja Taliya Darusman; Wan Ridwan Husen; Arni Apriliani
Jurnal Seni dan Desain Kreatif Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi : April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses produksi anyaman eceng gondok berdasarkan standar ekspor serta menganalisis indikator kualitas yang menentukan kelayakan produk ekspor di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi anyaman eceng gondok meliputi pemilihan bahan baku, pembersihan, pengeringan, pemipihan, penganyaman, pembentukan produk, finishing, pengendalian kualitas, dan pengemasan. Indikator kelayakan ekspor meliputi kerapihan anyaman, kekuatan produk, ketepatan ukuran, keseragaman warna, kebersihan, kualitas finishing, desain produk, dan kualitas bahan baku. Produk yang memenuhi indikator tersebut memiliki peluang lebih besar untuk diterima di pasar internasional, khususnya Jepang. Dengan demikian, kualitas produk menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan ekspor anyaman eceng gondok.
Analisis Tradisi Nampaling di Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran Dinda Khoirunisa; Asep Wasta; Arni Apriliani
Jurnal Seni dan Desain Kreatif Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian, struktur penyajian, dan makna simbolik dalam tradisi Nampaling di Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Nampaling merupakan tradisi budaya masyarakat agraris berupa kegiatan menangkap belalang di area persawahan setelah masa panen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nampaling bukan merupakan pertunjukan seni, melainkan aktivitas kolektif masyarakat yang menggunakan alat tradisional tampaling. Pelaksanaannya terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, penangkapan belalang, serta pengumpulan dan pemanfaatan hasil tangkapan. Nampaling berkembang dari aktivitas keseharian masyarakat menjadi bagian dari festival budaya sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Makna simboliknya mencerminkan keharmonisan manusia dan alam, kebersamaan, gotong royong, kearifan lokal, rasa syukur atas hasil panen, dan identitas budaya. Meskipun mengalami perubahan pada perlengkapan dan penyajiannya, Nampaling tetap memiliki fungsi sosial dan budaya bagi masyarakat.