Penelitian ini menganalisis gaya bahasa qashr (pembatasan) dalam tiga pasal awal Qasidah Burdah karya Imām Al-Būshīrī melalui perspektif ilmu Ma’ānī,. Uslūb Al-Qashr memiliki urgensi krusial sebagai instrumen linguistik untuk menegaskan tauhid dan kemutlakan cinta kepada Rasulullah SAW, sekaligus meniadakan eksistensi selain objek yang dipuji. Meskipun penelitian terdahulu banyak mengeksplorasi aspek kinayah dan muBalāgah dalam Burdah, kajian spesifik mengenai struktur pembatasan makna pada fase awal kerinduan dan pengendalian nafsu masih jarang disentuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 bait yang mengandung Uslūb Al-Qashr dengan dominasi pola an-nafy wa al-istitsnā’ dan taqdīm mā haqqahu at-ta’khīr. Kebaruan penelitian ini terletak pada Penggunaan fungsi qashr bukan sekadar teknis gramatikal, melainkan sebagai pengunci makna absolut yang membalikkan persepsi hawa nafsu. Kontribusi retorisnya membuktikan bahwa pemilihan struktur qashr secara efektif mempertegas pesan spiritual dan otoritas moral dalam teks klasik. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan metodologi Balāgah dalam membedah kedalaman emosional dan teologis teks sastra Islam.
Copyrights © 2026