Dharmagita tergolong seni keagamaan, bernuansa budaya, berdimensi kerohanian, dan diekspresikan dalam kesempatan pelaksanaan ritual yadnya. Ketika dikaji dari perspektif filsafat (Hindu) masuk ke dalam ranah Tattwa. Sampai kemudian didapat persepsi bahwa Dharmagita itu sejatinya adalah “nembangin tatwa/tatwa katembangin” (menyanyikan tattwa/tatwa dinyayikan), atau dalam konteks pembelajaran dapat disebut sebagai metode “magending sambil mlajah/mlajah sambilang magending“. Penelitian ini hendak mengkaji nilai katattwan Dharmagita sebagai metode pendidikan spiritual, dengan menggunakan metode kualitatif deskripstif interpretatif berdasarkan analisis teori Rasa, teori Struktur dan teori Hermeneutika yang menghasilkan simpulan bahwa nilai katattwan dharmagita dapat menjadi salah satu metode dalam pendidikan spiritual dalam upaya menguatkan keimanan (sradha) dan meningkatkan kualitas amalan (bhakti) umat Hindu.
Copyrights © 2024