Putu Dia Antara
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLIKASI AKTIVITAS RITUAL YADNYA UMAT HINDU PADA ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI I GUSTI KETUT WIDANA; NI WAYAN SADRI; I GEDE WIDYA SUKSMA; Putu Dia Antara
WIDYANATYA Vol 6 No 1 (2024): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas ritual adalah bagian dari praktik atau pengamalan ajaran yadnya. Pelaksanaan Yadnya itu sendiri sebagai bentuk pengorbanan umat Hindu yang dilaksanakan secara tulus ikhlas dan tanpa pamrih, yang ditujukan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan beserta segala manifestasi-Nya (Dewa Yadnya), juga kepada para Resi (Resi Yadnya), para leluhur (Pitra yadnya), manusia (Manusa Yadnya), dan juga alam (Bhuta Yadnya). Aktivitas ritual dalam konteks artikel ini adalah segala bentuk kegiatan dan perilaku umat Hindu dalam mayadnya (persembahan suci) yang dalam praktiknya membawa implikasi, khususnya pada aspek sosial dan ekonomi. Pada aspek sosial menimbulkan rasa solidaritas/kebersamaan dalam melakukan tindakan simbolik keagamaan. Sedangkan pada aspek ekonomi menunjukkan keterkaitannya dengan urusan pembiayaan secara finansial (keuangan), bahkan berimplikasi juga pada tingkat inflasi lantaran kebutuhan ritual sudah dimasukkan sebagai barang konsumsi. Tidak lagi sebagai konsumsi tersier tetapi sudah meningkat menjadi konsumsi sekunder bahkan primer, karena setiap hari material ritual (bebanten) dibutuhkan sebagai persembahan untuk dihaturkan oleh keluarga Hindu.
IMPLIKASI AKTIVITAS RITUAL YADNYA UMAT HINDU PADA ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI I GUSTI KETUT WIDANA; NI WAYAN SADRI; I GEDE WIDYA SUKSMA; Putu Dia Antara
WIDYANATYA Vol. 6 No. 1 (2024): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas ritual adalah bagian dari praktik atau pengamalan ajaran yadnya. Pelaksanaan Yadnya itu sendiri sebagai bentuk pengorbanan umat Hindu yang dilaksanakan secara tulus ikhlas dan tanpa pamrih, yang ditujukan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan beserta segala manifestasi-Nya (Dewa Yadnya), juga kepada para Resi (Resi Yadnya), para leluhur (Pitra yadnya), manusia (Manusa Yadnya), dan juga alam (Bhuta Yadnya). Aktivitas ritual dalam konteks artikel ini adalah segala bentuk kegiatan dan perilaku umat Hindu dalam mayadnya (persembahan suci) yang dalam praktiknya membawa implikasi, khususnya pada aspek sosial dan ekonomi. Pada aspek sosial menimbulkan rasa solidaritas/kebersamaan dalam melakukan tindakan simbolik keagamaan. Sedangkan pada aspek ekonomi menunjukkan keterkaitannya dengan urusan pembiayaan secara finansial (keuangan), bahkan berimplikasi juga pada tingkat inflasi lantaran kebutuhan ritual sudah dimasukkan sebagai barang konsumsi. Tidak lagi sebagai konsumsi tersier tetapi sudah meningkat menjadi konsumsi sekunder bahkan primer, karena setiap hari material ritual (bebanten) dibutuhkan sebagai persembahan untuk dihaturkan oleh keluarga Hindu.
NILAI KATATTWAN DHARMAGITA, SEBAGAI METODE PENDIDIKAN SPIRITUAL I Gusti Ketut Widana; I Nengah Artawan; Putu Dia Antara
WIDYANATYA Vol. 6 No. 2 (2024): Widyanatya: Pendidkan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dharmagita tergolong seni keagamaan, bernuansa budaya, berdimensi kerohanian, dan diekspresikan dalam kesempatan pelaksanaan ritual yadnya. Ketika dikaji dari perspektif filsafat (Hindu) masuk ke dalam ranah Tattwa. Sampai kemudian didapat persepsi bahwa Dharmagita itu sejatinya adalah “nembangin tatwa/tatwa katembangin” (menyanyikan tattwa/tatwa dinyayikan), atau dalam konteks pembelajaran dapat disebut sebagai metode “magending sambil mlajah/mlajah sambilang magending“. Penelitian ini hendak mengkaji nilai katattwan Dharmagita sebagai metode pendidikan spiritual, dengan menggunakan metode kualitatif deskripstif interpretatif berdasarkan analisis teori Rasa, teori Struktur dan teori Hermeneutika yang menghasilkan simpulan bahwa nilai katattwan dharmagita dapat menjadi salah satu metode dalam pendidikan spiritual dalam upaya menguatkan keimanan (sradha) dan meningkatkan kualitas amalan (bhakti) umat Hindu.