Kepedulian terhadap lingkungan merupakan penerapan nilai bela negara untuk menjaga kebersihan dan kelestarian hidup. Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kab Malang telah mengimplementasikan pengelolaan sampah bersama dengan membangun dua tempat pembambuangan sampah desa. Namun, sampah yang terkumpul belum terpilah dengan baik sehingga proses pembakaran ditempuh untuk mengurangi penumpukan sampah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan penyerapan abu pembakaran sampah, maka inovasi batako menjadi suatu urgensi dalam optimasi parameter produksi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan abu pembakaran sampah menjadi produk batako yang memiliki nilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan kegiatan lapangan. Bahan yang diperlukan untuk membuat batako adalah pasir, semen, limbah abu pembakaran sampah dan air yang dicampurkan, kemudian dikeringkan selama 14 hari. Hasil daya serap air terendah yang dihasilkan adalah 9,15 % dengan bentuk fisik halus, tekstur permukaan yang tidak cacat dan tidak banyak lubang yang berongga. Dengan diadakannya program pengadian masyarakat di Desa Tawangargo terkait pembuatan dan sosialisasi batako mampu menambah ilmu dan wawasan masyarakat sehingga dapat mengimplementasikannya untuk menambah ekonomi masyarakat dan meningkatkan nilai bela negara melalui kepedulian lingkungan.
Copyrights © 2024