cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 316 Documents
DINAMIKA HAK ASASI MANUSIA DAN BELA NEGARA: ANTARA KEWAJIBAN KONSTITUSIONAL DAN KEBEBASAN INDIVIDU Nebula Fauzan Hasani; Ridwan Ridwan
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v16i1.19992

Abstract

Kewajiban bela negara merupakan prinsip konstitusional dalam sistem pertahanan Indonesia, namun implementasinya memicu diskursus mengenai harmonisasi antara kewajiban warga negara dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Penelitian ini menganalisis kebijakan bela negara Indonesia dalam kerangka HAM melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur komparatif terhadap model kebijakan di Korea Selatan, Swiss, dan Finlandia. Penelitian ini mengkaji kontradiksi antara kewajiban konstitusional bela negara dan perlindungan hak individu, serta menawarkan kerangka kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan nasional dengan kebebasan sipil. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi bela negara yang menekankan partisipasi warga negara dengan mekanisme perlindungan hak, khususnya terkait prinsip kesukarelaan, hak keberatan berdasarkan keyakinan (conscientious objection), dan ketersediaan jalur partisipasi non-militer. Studi komparatif menyimpulkan bahwa integrasi pertahanan nasional dan HAM dapat dicapai melalui layanan sipil alternatif, tem pertahanan berbasis masyarakat, serta tata kelola mobilisasi yang transparan. Penelitian ini mengusulkan konsep harmonisasi bela negara dan HAM dalam sistem pertahanan Indonesia yang inklusif.
ANALISIS STRATEGI KERJA SAMA PANGAN INDONESIA-THAILAND DALAM MENDUKUNG STABILITAS PANGAN REGIONAL Andhara Refa Yunia Utari; Fitri Yanti; Yulia Rimapradesi
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v16i1.20127

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis di kawasan Asia Tenggara, terutama bagi Indonesia yang menghadapi tantangan dalam ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. Thailand, sebagai eksportir beras terbesar di kawasan, menjadi mitra penting dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Indonesia dalam menjalin kerja sama pangan dengan Thailand serta kontribusinya terhadap stabilitas pangan di Asia Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan memanfaatkan data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan lembaga internasional, dan publikasi resmi ASEAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia–Thailand tidak hanya mencakup perdagangan beras, tetapi juga kolaborasi teknis dalam riset pertanian, transfer teknologi, dan mekanisme cadangan beras regional seperti ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR). Strategi diplomasi pangan Indonesia mencerminkan sinergi antara diplomasi ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan yang berorientasi pada keberlanjutan dan solidaritas kawasan. Implementasi kerja sama ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ketersediaan dan stabilitas pangan nasional, serta memperkuat integrasi kebijakan pangan di ASEAN. Dengan demikian, kerja sama Indonesia–Thailand dapat menjadi model kolaborasi regional dalam mewujudkan sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di Asia Tenggara.
SPATIAL IDENTIFICATION OF CRITICAL LOGISTICS INFRASTRUCTURE AS NATIONAL VITAL OBJECTS: A NETWORK RESILIENCE APPROACH TO MEGATHRUST CONTINGENCIES Reno Sudibyo; Anwar Kurniadi; Moh. Iqbal Tawakal
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v16i1.20167

Abstract

PASTE/TEXT YOUR ABSTRAX TEXT HEREThe looming threat of a Megathrust earthquake and tsunami along the southern coast of Java compromises not only human safety but also the operational readiness of regional defense and national security. While existing literature predominantly focuses on outbound evacuation flows, there is a critical gap in assessing the resilience of inbound logistics supply chains essential for emergency response operations. This study aims to identify strategic road segments qualifying as National Vital Objects and to delineate isolated territories necessitating Military Operations Other Than War (MOOTW). By employing a spatial network science approach, specifically utilizing Betweenness Centrality algorithms and Network Robustness simulations within the Palabuhanratu road network, this research models the systemic breakdown of access under tsunami inundation scenario, by applying a binary failure threshold of flow depth hmax > 0.3m. The quantitative analysis identifies "Jalan Lintas Jabar Selatan" as the critical logistics backbone, exhibiting the highest vitality score of 0.19, representing the dominant outlier compared to other arterial corridors in the network.  Concurrently, the hazard simulation reveals the formation of tactical isolation clusters in Citarik and Palabuhanratu, where 22.45% of the network nodes experience total access severance (cut-off). These findings underscore the strategic imperative for establishing joint contingency plans that integrate air-bridge and maritime access capabilities to ensure the continuity of national defense logistics during crisis contingencies.
MODERNISASI ALUTSISTA TNI ANGKATAN LAUT PERIODE 2020-2029 SEBAGAI REALISASI KONSEP SEA POWER Arie Petra Levy; Andhika Fathir Radjasa; Muhammad Arief Prawira Nugraha
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v16i1.20222

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana modernisasi alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) periode 2020–2029 sebagai instrumen strategis dalam realisasi Sea Power, deterrence by denial, dan naval diplomacy Indonesia. Metode penelitian kualitatif sekuensial digunakan dengan mengintegrasikan analisis bibliometrik melalui perangkat VOSviewer untuk memetakan tren akademik serta analisis dokumen kualitatif terhadap laporan resmi, dokumen kebijakan, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Minimum Essential Force (MEF) dan Optimum Essential Force (OEF) menjadi kerangka fundamental dalam transformasi postur TNI AL. Kombinasi antara pemenuhan kebutuhan minimum pada fase MEF dengan penekanan pada kualitas, combat readiness, dan optimalisasi aset pada fase OEF yang mencakup pengadaan fregat Brawijaya class, Balaputeradewa class, serta kapal selam telah memproyeksikan peningkatan kapabilitas TNI AL dari green water navy menuju blue water navy. Modernisasi ini secara signifikan meningkatkan kemampuan deterrence by denial melalui penguatan sistem sensor, radar, dan proyeksi daya tembak. Selain itu, peningkatan aset strategis ini memperluas ruang lingkup naval diplomacy Indonesia melalui latihan multilateral dan port visit. Implikasinya, realisasi Sea Power melalui modernisasi alutsista tidak hanya memperkuat pertahanan nasional tetapi juga memperkokoh pengaruh dan posisi tawar Indonesia dalam stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik.
KAJIAN EFEKTIVITAS PEMBUDAYAAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA TAHUN 2025: TEMUAN, EVALUASI, DAN REKOMENDASI STRATEGIS Galuh Ibrahim
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v16i1.20255

Abstract

Kajian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pembudayaan pembinaan ideologi Pancasila pada tahun 2025, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif evaluatif dengan melibatkan 5.356 responden dari 18 provinsi dan 125 kabupaten/kota. Analisis dilakukan berdasarkan Model CIPP (Context, Input, Process, Product) oleh Daniel L. Stufflebeam (2003 & 2014), yang menekankan evaluasi berorientasi keputusan. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas program secara keseluruhan sangat tinggi, mencapai indeks 85,33%. Analisis CIPP mengungkapkan bahwa program memiliki konteks (Context) yang kuat dan relevan secara nasional, serta proses (Process) pelaksanaan yang sangat efektif, ditandai oleh antusiasme dan partisipasi tinggi (>80%), kualitas fasilitator dan materi yang sangat baik (>85%). Dampak (Product) program juga signifikan, terlihat dari peningkatan pengetahuan dan pemahaman (>90%), dampak sosial positif terhadap toleransi dan persatuan (indeks tertinggi 86,31%), serta motivasi perubahan perilaku (>80%). Meskipun demikian, kajian mengidentifikasi celah pada komponen Input, di mana strategi komunikasi digital BPIP untuk menjangkau audiens pada tahap awal (awareness) dinilai belum optimal, dengan adanya mismatch antara preferensi media digital masyarakat (Instagram, TikTok, Facebook dominan) dengan tingkat interaksi pada kanal resmi BPIP yang masih rendah. Rekomendasi utama menekankan perlunya BPIP untuk mengoptimalkan strategi input digital guna memperluas jangkauan dan engagement awal, sambil terus mempertahankan dan memperkuat proses pelaksanaan program yang telah terbukti efektif. Hal ini memerlukan evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian strategi adaptif agar Pancasila tetap relevan dan efektif di tengah dinamika perubahan. Pembatasan kajian meliputi sifat deskriptif kuantitatif, data berbasis persepsi, cakupan wilayah, dan keterbatasan instrumen kuesioner.
PERAN RANTAI PASOK STRATEGIS (ENERGI, PANGAN, TEKNOLOGI MILITER) DALAM MENDUKUNG STRATEGI PERTAHANAN NASIONAL Antoninho Rangel da Silva; Setyo Tri Wahyudi
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v16i2.20262

Abstract

Rantai pasok strategis pada sektor energi, pangan, dan teknologi militer merupakan komponen fundamental yang menopang efektivitas pertahanan negara. Ketergantungan Indonesia pada pasokan eksternal serta kerentanan terhadap dinamika geopolitik global menjadikan stabilitas rantai pasok semakin penting dalam desain pertahanan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor energi, pangan, dan teknologi militer terhadap strategi pertahanan nasional melalui pendekatan studi literatur konseptual. Data diperoleh dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, kebijakan pemerintah, serta literatur terkait rantai pasok strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan energi berpengaruh langsung pada mobilitas militer, kesiapan alutsista, dan kontinuitas operasi pertahanan. Ketahanan pangan berperan menjaga stabilitas sosial yang menjadi fondasi ketahanan nasional, sementara kemandirian teknologi militer menentukan kemampuan negara mempertahankan operasi strategis tanpa ketergantungan pada pemasok luar negeri. Integrasi lintas sektor ketiganya terbukti menjadi prasyarat pembentukan sistem pertahanan yang adaptif dan resilien. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi, penguatan logistik pangan, serta percepatan kemandirian teknologi militer sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pertahanan nasional Indonesia.
IMPROVING INDONESIA'S HUMAN RESOURCES QUALITY TO SUPPORT NATIONAL DEFENSE: LESSON LEARNED FROM SOUTH KOREA M. Prakoso Aji
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v10i1.830

Abstract

The success of South Korea in developing its country, especially after the Korean War in the 1950s, has fascinated the world. A country that was once considered poor and divided north and south after the war, turned into a country that should be respected internationally. The success of this country in carrying out social-political reforms made the policies carried out by the government succeed. Strengthening the industrial sector in its economic activities has yielded extraordinary benefits. Cultural diplomacy made by the government, make Korean culture known and liked by people in almost every part of the world. Economic increase and the appropriate policy choices, advancing the field of education and research in the country. The development of education and research makes the country's defense sector stronger. The success of the domestic defense industry to meet the needs of domestic defense equipment makes the country able to withstand threats from North Korea, even able to become an exporter of defense equipment. The purpose of this article is to see how Indonesia can learn from South Korea, especially from the social-political, economic, cultural, educational and research fields, and also defense. This was done in order to be able to improve the quality of Indonesia's human resources to support national defense. The results of this study indicate that to improve the quality of Indonesian human resources in the field of defense, Indonesia can learn not only from the South Korean defense field, but also in the fields of social politics, economics, culture, as well as education and research.
PROXY WAR DAN KEAMANAN NASIONAL INDONESIA: VICTORIA CONCORDIA CRESCIT PROXY WAR AND INDONESIA’S NATIONAL SECURITY: VICTORY GROWS THROUGH HARMONY Safril Hidayat; Wawan Gunawan
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i1.127

Abstract

Abstrak – Perang proxy telah terjadi sejak zaman dahulu sampai dengan saat ini yang dilakukan oleh negara-negara besar menggunakan aktor negara maupun aktor non negara. Kepentingan nasional negara negara besar dalam rangka struggle for power dan power of influence mempengaruhi hubungan internasional. Proxy war memiliki motif dan menggunakan pendekatan hard power dan soft power dalam mencapai tujuannya. Indonesia dalam menghadapi strategi proxy war menjaga keamanan nasionalnya dari upaya disintegrasi dapat dihilangkan sehingga integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh. Dalam menjaga integrasi bangsa tersebut maka Indonesia perlu melakukan kontra proxy. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dari referensi dan literatur yang berhubungan dengan proxy war. Keabsahan dan keterandalan data dilakukan dengan triangulasi referensi. Hasil studi menunjukkan bahwa kontra proxy war dilakukan dengan menjaga Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan Opus Dei atas Indonesia, melakukan kebijakan yang tidak materialistik dan untuk kepentingan orang banyak (pro bono), dan menjaga keharmonian Indonesia. Kata Kunci : proxy war, motif perang proksi, keamanan nasional, kontra proxy war.  Abstract – Proxy war has been going on since ancient times until now carried out by the major powers by using state actors or non-state actors. National interests of major countries in the framework of struggle for power and power of influence affecting international relations. Proxy war has motives and approaches of hard power and soft power to achieve its goals. Indonesia in the face of proxy war strategy in order to maintain its national security efforts so that the disintegration can ce eliminated and integration of the Unitary Republic of Indonesia remain intact. In keeping with the integration of the nation, so Indonesia needs to do the counter proxy. This article uses a qualitative approach to the data source of reference and literature related to the proxy war. Validity and reliability of data was done by triangulation reference. The results showed that the counter proxy war can be conducted through maintaining unity in diversity which is Opus Dei on Indonesia, pursue policies that are not materialistic, and for the public good (pro bono), and maintain the harmony of Indonesia. Keywords: proxy war, motives of proxy war, national security, counter proxy war.
KORUPSI SEBAGAI BAGIAN DARI PERANG PROXY: UPAYA UNTUK MEMBERANTAS BAHAYA KORUPSI DI INDONESIA (CORRUPTION AS PART OF PROXY WAR: EFFORT TO ERADICATE THE DANGER OF CORRUPTION IN INDONESIA) Raden Mas Jerry Indrawan; Bayu Widiyanto
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i1.128

Abstract

Abstrak – Korupsi adalah musuh utama bangsa ini. Akan tetapi, korupsi adalah sebuah medan peperangan yang sama sekali jauh berbeda dengan terminologi perang yang kita biasa pahami. Perang jenis ini adalah perang tanpa senjata, tanpa tentara, dan tanpa teritori. Perang ini adalah pertempuran yang tidak menyerang dengan bedil, tetapi menyerang hati nurani manusia dengan godaan materialisme. Korupsi dapat membahayakan perkembangan ekonomi Indonesia, serta membuat masyarakat kita miskin. Korupsi mengakibatkan rusaknya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, di hampir semua sektor. Hal itu menjadi alasan penulis menganggap bahwa korupsi adalah bagian dari perang proxy. Untuk memerangi korupsi, tentunya tindakan penindakan saja tidak cukup, untuk itu diperlukan tindakan pecegahan agar ancaman ini tidak terus-menerus membudaya. Untuk itu, program bela negara dapat digunakan sebagai sarana efektif upaya pemberantasan korupsi. Dalam tulisan ini, penulis ingin menunjukkan bahwa korupsi adalah bagian dari perang proxy, dan juga bagaimana program bela negara dapat digunakan untuk memberantas korupsi di Indonesia. Kata Kunci : korupsi, kemiskinan, perang proxy, pertahanan negara, dan bela negara  Abstract – Corruption is the main enemy of this nation. However, corruption is a battlefield that is far different from the usual terminology of war that we understand. This type of war is a war without weapons, without an army and territories. This war is a battle that does not attack with a rifle, but attack the human conscience to the temptations of materialism. Corruption results in the destruction of the national order in Indonesia, in almost all sectors. It was the reason that the authors assume that corruption is part of a proxy war. To combat corruption, of course, enforcement action alone is not enough, it is necessary for preventive action so that these threats will not become a culture. For that, the civil defense program may be used as an effective means to eradicate corruption. In this paper, the authors want to show that corruption is part of a proxy war, and also how the civil defense program could be used to eradicate corruption in Indonesia. Keywords: corruption, poverty, proxy war, state defense, and civil defense
TAKSONOMI KONFLIK-KONFLIK INTERNAL DI INDONESIA SEBAGAI POTENSI PERANG PROXY (TAXONOMY OF INTERNAL CONFLICTS THAT LEADS INTO PROXY WAR IN INDONESIA) Yosua Praditya Suratman
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v7i1.129

Abstract

Abstrak – Bergesernya ancaman konvensional kedalam bentuk ancaman non-konvensional merupakan ancaman besar bagi Indonesia. Ancaman non-konvensional berupa perang proxy sudah dan tengah dijalankan di Indonesia kedalam beberapa bentuk, termasuk didalamnya adalah konflik internal. Jumlah konflik internal, baik horizontal maupun vertikal yang semakin meningkat sejak era reformasi dapat saja terjadi karena memang ada pengaruh dan kepentingan asing. Perang proxy cenderung lebih dipilih oleh kelompok kepentingan karena biayanya yang murah dibandingkan perang konvensional, akan tetapi dampak dan daya hancurnya sangat signifikan. Memang menjadi sulit apabila pemerintah mencoba melihat apakah konflik terjadi secara alamiah atau ada unsur kesengajaan (by designed). Untuk itu perlu melakukan pemetaan konflik internal yang telah dan sedang terjadi di berbagai bidang, khususnya di luar bidang militer. Pemetaan ini akhirnya akan menuntun pemerintah, terlebih aparat keamanan dalam menelusuri aktor dan kelompok-kelompok kepentingan. Konflik internal saat ini memang dilatarbelakangi oleh berbagai aspek, yaitu ideologi, politik, ekonomi, dan sosial-budaya, yang berpotensi menjadi perang proxy di Indonesia. Akhirnya, perang proxy akan tetap dipilih oleh aktornya mengingat sumber daya yang digunakan (manusia dan alam) adalah milik negara yang dituju. Posisi Indonesia yang strategis, serta besarnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, membuat Indonesia akan selalu berada di bawah bayang-bayang ancaman perang proxy. Kata Kunci : Perang proxy, konflik internal, keamanan  Abstract – The conventional threats now have been shifted into unconventional threats which is now considered as one of the biggest threatsfor Indonesia. Proxy war is an unconventional threatand it is happening nowin Indonesia throughinternal conflicts. The number of internal conflicts, whether vertical and horizontal, have increased significantly since the Reformation era started, and it is believed there is a third party who hasa role on that. Many countries prefer proxy war due to its efficiency reasons and it creates a great result of destruction. It is not easy for the government to forecast whether the conflicts are naturally emerged or designed by third parties. Security apparatus, therefore, must design a conflict mapping in every non-military sector. The mapping will lead us in exploring all parties who have a connection to conflicts. It must be realized that internal conflicts are influenced by many factors such as ideology, politics, economics, and social, which later will continue to proxy war threats. Proxy war, therefore, will always be chosen due to its efficieny because they will not use their own resources. The strategic position of Indonesia makes Indonesia to become an object of proxy war. Keywords: proxy war, internal conflict, security

Page 1 of 32 | Total Record : 316


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 3 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 6 No. 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue