Komposisi sampah rumah tangga di Indonesia masih didominasi oleh sampah organik, namun pengelolaannya di tingkat rumah tangga belum memadai sehingga warga cenderung membakar sampah secara sembarangan. Program pengabdian E-KOMPAK dilaksanakan di Desa Kadulimus pada Kamis, 23 Juli 2026, menggunakan pendekatan Community Based Research (CBR) yang dikombinasikan dengan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui skema interactive workshop. Program terdiri atas tiga fase, yaitu sosialisasi partisipatif, transfer teknologi melalui demonstrasi langsung pembuatan eco enzyme, kompos, dan pakan ternak, serta evaluasi dampak melalui outcome mapping. Peserta terlibat aktif dalam diskusi dan praktik, serta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kebiasaan membakar sampah organik rumah tangga, meskipun pengukuran kuantitatif terhadap perubahan perilaku jangka panjang belum dilakukan dan disarankan menjadi fokus kegiatan lanjutan.
Copyrights © 2026