Computational thinking merupakan kompetensi penting yang dapat diperkenalkan kepada anak melalui aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Namun, coding masih sering diasosiasikan dengan komputer dan teknologi kompleks sehingga kesempatan belajar di lingkungan masyarakat menjadi terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan coding unplugged kepada anak-anak di Desa Kragilan melalui implementasi Gameboard MIKO (Misi Koding), yaitu media hasil penelitian yang dirancang untuk mengenalkan konsep coding tanpa perangkat digital. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 melalui tahap persiapan, pengenalan coding unplugged, demonstrasi media, praktik bermain terbimbing secara berkelompok, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi langsung dan dokumentasi foto dengan fokus pada partisipasi, kemampuan menunggu giliran, mengikuti aturan, menyelesaikan misi, menyusun urutan, mengenali pola, memecahkan masalah sederhana, dan respons peserta. Anak menunjukkan keterlibatan aktif, menyimak penjelasan fasilitator, mengamati papan dan komponennya, bergiliran, serta berusaha menyelesaikan misi dengan dukungan teman dan pendamping. Proses belajar yang teramati meliputi menyusun instruksi secara berurutan, mengenali pola visual, memperkirakan konsekuensi gerakan, menemukan langkah yang kurang sesuai, dan memperbaiki strategi. Kegiatan juga menunjukkan bahwa MIKO dapat diterapkan di lingkungan masyarakat melalui pendekatan konkret, kolaboratif, dan bebas layar. Karena tidak dilakukan pretest dan posttest, hasil kegiatan tidak menunjukkan peningkatan computational thinking secara kuantitatif. Meskipun demikian, proses yang teramati memperlihatkan potensi Gameboard MIKO sebagai media yang aksesibel untuk mengenalkan konsep dasar coding sekaligus mendiseminasikan dan memanfaatkan hasil penelitian bagi masyarakat.
Copyrights © 2026