Kemandirian masyarakat merupakan kunci pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sinergi teknologi produksi modern dan sistem among dalam membangun kemandirian pengrajin kayu pada UMKM lokal. Penelitian ini menggunakan rancangan action research dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah dua pengrajin Hacotan Craft di Kulon Progo. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan model interaktif Milles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal produksi masih bersifat manual dan terbatas dalam variasi desain dan dapat ditingkatkan melalui penggunaan mesin bubut dan laser sehingga variasi desain, kualitas finishing, dan efisiensi waktu lebih baik. Penerapan mesin bubut dan laser melalui pelatihan berbasis sistem among, meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan motivasi pengrajin. Meskipun demikian, tantangan tetap muncul, terutama dalam penguasaan desai berbasis komputer. Sinergi sistem among dan teknologi modern terbukti mampu membangun kemandirian UMKM kerajinan kayu melalui peningkatan kompetensi, kreativitas, dan daya saing produk. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan berbasis kearifan lokal serta dukungan kebijakan pemerintah untuk memperkuat daya saing UMKM secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan partisipan lebih banyak dan penelitian kuantitatif untuk mengukur keefektifannya.
Copyrights © 2025