Biodegradable film merupakan bahan kemasan ramah lingkungan karena dapat terdegradasi secara biologis oleh mikroorganisme. Potensi tersebut menjadikan biodegradable film sebagai alternatif pengganti kemasan plastik konvensional yang sulit terurai dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Akan tetapi, penggunaan biodegradable film sebagai kemasan masih terbatas karena sifat fisik-mekaniknya belum sepenuhnya menyamai plastik konvensional. Oleh karena itu, selulosa ditambahkan sebagai bahan penguat untuk meningkatkan sifat mekanik film, sedangkan gliserol digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karakteristik biodegradable film berbasis pati jagung dan selulosa pelepah pinang serta menentukan konsentrasi gliserol yang tepat untuk sifat fisik-mekanik film. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf konsentrasi gliserol (2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%) dan empat ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Biodegradable film dibuat dengan metode solution casting melalui pencampuran pati jagung, selulosa pelepah pinang, gliserol, dan akuades, kemudian dicetak dan dikeringkan dalam oven. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) taraf 5%. Rendemen ekstrak selulosa pelepah pinang sebesar 34%, dan penambahan gliserol berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap karakteristik biodegradable film. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi gliserol 6% dengan laju transmisi uap air 8,56 g/m²/jam, persen pemanjangan 62,88%, kuat tarik 13,24 MPa, ketebalan 0,29 mm, dan biodegradabilitas 96,63%. Kuat tarik mendekati standar, sedangkan parameter lainnya memenuhi standar. Dengan demikian, biodegradable film berbasis pati jagung dan selulosa pelepah pinang dengan penambahan gliserol 6% berpotensi digunakan sebagai bahan kemasan pengganti plastik konvensional.
Copyrights © 2026