Mie basah digemari masyarakat Indonesia, tetapi cepat rusak karena kadar airnya tinggi. Penelitian ini menguji pengaruh penambahan gel daun cincau hijau (0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%) terhadap mutu mikrobiologis mie basah sawi-talas selama penyimpanan beku 15 hari, dengan parameter kadar air, TPC (Total Plate Count), kapang khamir, dan coliform. Hasilnya, kadar air 31–33% dan semua perlakuan masih memenuhi SNI 2987:2015 (maks. 65%). Penambahan gel cincau hijau tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar air. Pada uji TPC, Mie basah perlakuan 0% dan 2,5% memenuhi syarat setelah penyimpanan beku 15 hari, sedangkan perlakuan 5% dan 7,5% tidak memenuhi syarat. Uji total kapang dan khamir menunjukkan bahwa perlakuan 2,5% memberikan penurunan tertinggi sebesar 98,0% dan merupakan perlakuan terbaik, sedangkan perlakuan 5% mengalami peningkatan sebesar 350% sehingga tidak memenuhi syarat. Seluruh sampel menunjukkan hasil negatif untuk uji coliform, baik pada hari ke-0 maupun hari ke-15. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan gel daun cincau hijau konsentrasi 2,5% merupakan konsentrasi optimal dalam mempertahankan mutu mikrobiologis mie basah sawi-talas selama penyimpanan beku 15 hari
Copyrights © 2026