Bencana banjir dan galodo yang melanda wilayah Nagari Salibutan Lubuk Alung berdampak terhadap kerusakan lahan pertanian, penurunan pendapatan rumah tangga, dan melemahnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Desa Wisata Nyarai. Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif kegiatan ekonomi yang adaptif, berkelanjutan, dan memanfaatkan potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya 20 orang ibu-ibu PKK Nagari Salibutan, melalui transfer teknologi batik ecoprint berbasis kearifan lokal serta mendorong pengembangan produk ekonomi kreatif yang dapat mendukung revitalisasi ekonomi dan pariwisata Desa Wisata Nyarai. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan belajar sambil melakukan yang mencakup pengenalan bahan alami lokal, pemilihan kain, pengolahan bahan, penataan motif, pencetakan, fiksasi warna, hingga penyelesaian produk. Keunikan program ini terletak pada pengintegrasian teknologi ecoprint dengan pemanfaatan bahan alam lokal dan konteks pemulihan ekonomi pascabencana serta pengembangan Desa Wisata Nyarai, sehingga ecoprint tidak hanya diposisikan sebagai keterampilan produksi, tetapi juga sebagai bagian dari diversifikasi mata pencaharian dan penguatan produk wisata berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan 21 peserta dalam memproduksi batik ecoprint serta menghasilkan produk berupa kain dan pakaian yang memiliki nilai estetika dan potensi pasar wisata. Kegiatan ini juga membuka peluang diversifikasi sumber pendapatan dan pengembangan atraksi wisata berbasis pengalaman. Dengan demikian, transfer teknologi batik ecoprint dapat menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat yang mendukung pemulihan ekonomi, pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan penguatan identitas Desa Wisata Nyarai pascabencana.
Copyrights © 2026