Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 20 No. 3 (2026): Volume 20 Nomor 3

Faktor dominan yang memengaruhi gangguan mental emosional remaja

Titik Sumiatin (Poltekkes Kemenkes Surabaya)
Indah Muthi’atul Istiqomah (Poltekkes Kemenkes Surabaya)
Su’udi Su’udi (Poltekkes Kemenkes Surabaya)
Siti Kotijah (Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto)
Yeni Lufiana Novita Agnes (Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2026

Abstract

Background: Mental emotional disorders are mental health conditions affecting more than one billion people globally. It poses a significant health burden, particularly among the younger population, due to the growing number of cases. Purpose: To analyze the dominant factors affected mental emotional disorders in adolescents Method: A quantitative resesearch, with an observational-analytical research design. The sampling technique used was purposive sampling with a sample of 167 adolescents. The data collection technique used the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), and data analysis used logistic regression. Results: Majority of adolescents (64.7%) experienced mental emotional disorders. While psychological and biological factors had not affected (p = 0.074; p = 0.374), the social factor became the most influential factor affecting adolescent emotional mental disorders (p = 0.005). Conclusion: Social connections and interactions with the outside environment are more common in adolescence. Unfortunately, if there is a conflict in their social and environmental relationships, adolescents will be at risk of experiencing mental emotional disorders. Therefore, social support for adolescents is needed to prevent cases of mental and emotional disorders from increasing.   Keywords: Adolescents; Emotional Mental Disorders; Mental Health.   Pendahuluan: Gangguan mental emosional menjadi issue permasalahan kesehatan jiwa yang perlu diperhatikan. Gangguan mental emosional menimbulkan beban kesehatan yang signifikan karena jumlah kasus yang cukup besar dan terus mengalami peningkatan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor dominan yang memengaruhi gangguan mental emosional pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 167 remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan Strenght and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan dianalisis regresi logistik. Hasil: Mayoritas remaja (64.7%) mengalami gangguan mental emosional dan berdasarkan hasil uji analisis, menunjukkan faktor psikologis  dan factor biologis tidak memengaruhi (p = 0.074; p= 0.374) dan faktor yang paling dominan memengaruhi gangguan mental emosional remaja adalah faktor sosial (p  =0.005). Simpulan: Pada masa remaja hubungan sosial dan interaksi dengan lingkungan luar akan lebih sering, sehingga jika terjadi konflik dalam hubungan sosial dan lingkungan, remaja berisiko mengalami gangguan mental emosional. Oleh karena itu, dukungan sosial terhadap remaja sangat diperlukan untuk mencegah kasus gangguan mental emosional semakin meningkat. Saran: Penelitian selanjutnya dapat  menganalisis faktor-faktor gangguan mental emosional secara rinci karena penelitian ini hanya menganalisisnya secara umum, sedangkan substansi dari faktor yang memengaruhi gangguan mental emosional sangat banyak termasuk adanya faktor protektif, namun tidak diteliti dalam penelitian ini.   Kata Kunci: Gangguan Mental Emosional; Kesehatan Mental; Remaja.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...