Yeni Lufiana Novita Agnes
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak penggunaan smartphone pada remaja Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih; Binti Yunariyah; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Yeni Lufiana Novita Agnes
Hik Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.2093

Abstract

Background: Smartphone use among adolescents has become a problem widely perceived by parents. The increasing duration of smartphone use over the years has also become a serious issue, prompting complaints from various parties. The various impacts that are beginning to be felt due to smartphone use have prompted some parties to take preventative measures. Purpose: To determine the impact of smartphone use on adolescents. Method: The research design used a descriptive approach, with a population of all adolescents at State Senior High School 2 Tuban. The sample size was 224 respondents, and the sampling technique used was simple random sampling. The research instruments used were a knowledge questionnaire and the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) translated into Indonesian. Results: Of the 224 teenagers who used smartphones, more than half were addicted (61.6%). Impacts found on teenagers due to smartphone use included 78.6% experiencing poor mental health, 31.7% experiencing poor social relationships, the majority (92.9%) experiencing emotional instability, 30.8% engaging in risky behavior, and more than half (60.0%) having inactive physical activity. Conclusion: Smartphone use among adolescents negatively impacts mental health, social relationships, emotional well-being, risky behavior, and physical activity.   Keywords: Adolescents; Impact; Smartphone.   Pendahuluan: Penggunaan smartphone pada remaja saat ini telah menjadi masalah yang banyak dirasakan oleh orang tua.  Peningkatan durasi penggunaan smarthphone dari tahun ke tahun juga menjadi masalah serius yang dikeluhkan berbagai pihak. Banyaknya dampak yang mulai dirasakan akibat penggunaan smartphone, menyebabkan beberapa pihak telah mengambil tindakan pencegahan. Tujuan: Untuk mengetahui dampak penggunaan smartphone pada remaja. Metode: Desain penelitian menggunakan diskriptif dengan populasi seluruh remaja di SMAN 2 Tuban, besar sampel yang digunakan sebanyak 224 responden, teknik pengambilan sampel  simple random sampling. Instrumen penelitian mengadopsi dari kuesioner pengetahuan dan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) yang telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil: Sebanyak 224 remaja yang menggunakan smartphone, lebih dari separuh termasuk dalam kecanduan (61.6%). Dampak yang ditemukan pada remaja akibat penggunaan smartphone, antara lain 78.6% memiliki kesehatan mental yang buruk, 31.7% memiliki hubungan sosial buruk, mayoritas (92.9%) memiliki emosional yang tidak stabil, 30.8% mempunyai perilaku berisiko, dan lebih dari separuh (60.0%) memiliki aktivitas fisik dalam kategori tidak aktif. Simpulan: penggunaan smartphone pada remaja memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, emosional, perilaku berisiko, dan aktivitas fisik.   Kata Kunci: Dampak; Remaja; Smartphone.
Faktor dominan yang memengaruhi gangguan mental emosional remaja Titik Sumiatin; Indah Muthi’atul Istiqomah; Su’udi Su’udi; Siti Kotijah; Yeni Lufiana Novita Agnes
Hik Vol. 20 No. 3 (2026): Volume 20 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i3.2980

Abstract

Background: Mental emotional disorders are mental health conditions affecting more than one billion people globally. It poses a significant health burden, particularly among the younger population, due to the growing number of cases. Purpose: To analyze the dominant factors affected mental emotional disorders in adolescents Method: A quantitative resesearch, with an observational-analytical research design. The sampling technique used was purposive sampling with a sample of 167 adolescents. The data collection technique used the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), and data analysis used logistic regression. Results: Majority of adolescents (64.7%) experienced mental emotional disorders. While psychological and biological factors had not affected (p = 0.074; p = 0.374), the social factor became the most influential factor affecting adolescent emotional mental disorders (p = 0.005). Conclusion: Social connections and interactions with the outside environment are more common in adolescence. Unfortunately, if there is a conflict in their social and environmental relationships, adolescents will be at risk of experiencing mental emotional disorders. Therefore, social support for adolescents is needed to prevent cases of mental and emotional disorders from increasing.   Keywords: Adolescents; Emotional Mental Disorders; Mental Health.   Pendahuluan: Gangguan mental emosional menjadi issue permasalahan kesehatan jiwa yang perlu diperhatikan. Gangguan mental emosional menimbulkan beban kesehatan yang signifikan karena jumlah kasus yang cukup besar dan terus mengalami peningkatan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor dominan yang memengaruhi gangguan mental emosional pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 167 remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan Strenght and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan dianalisis regresi logistik. Hasil: Mayoritas remaja (64.7%) mengalami gangguan mental emosional dan berdasarkan hasil uji analisis, menunjukkan faktor psikologis  dan factor biologis tidak memengaruhi (p = 0.074; p= 0.374) dan faktor yang paling dominan memengaruhi gangguan mental emosional remaja adalah faktor sosial (p  =0.005). Simpulan: Pada masa remaja hubungan sosial dan interaksi dengan lingkungan luar akan lebih sering, sehingga jika terjadi konflik dalam hubungan sosial dan lingkungan, remaja berisiko mengalami gangguan mental emosional. Oleh karena itu, dukungan sosial terhadap remaja sangat diperlukan untuk mencegah kasus gangguan mental emosional semakin meningkat. Saran: Penelitian selanjutnya dapat  menganalisis faktor-faktor gangguan mental emosional secara rinci karena penelitian ini hanya menganalisisnya secara umum, sedangkan substansi dari faktor yang memengaruhi gangguan mental emosional sangat banyak termasuk adanya faktor protektif, namun tidak diteliti dalam penelitian ini.   Kata Kunci: Gangguan Mental Emosional; Kesehatan Mental; Remaja.