Kesenian Hadroh tidak hanya berfungsi sebagai seni keagamaan, tetapi juga dapat menjadi media dakwah dan ruang interaksi sosial dalam pembinaan ukhuwah Islamiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Hadroh Risma Masjid Nurul Ikhsan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang melibatkan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan kebersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kesenian Hadroh sebagai media dakwah serta pembinaan nilai ukhuwah Islamiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hadroh menjadi media penyampaian pesan keislaman melalui shalawat dan syair keagamaan yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Selain itu, kegiatan latihan dan pertunjukan membentuk interaksi, kerja sama, saling membantu, dan kekompakan yang mendukung pembinaan ukhuwah Islamiyah. Temuan tersebut dipahami melalui perspektif Dakwah Kultural dan Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead, khususnya konsep mind, self, dan society.
Copyrights © 2026