Penguatan numerasi fondasi di Madrasah Ibtidaiyah perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan berhitung, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang sesuai Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengidentifikasi kondisi pembelajaran numerasi fondasi, kebutuhan guru, serta merumuskan rancangan awal Model LOVE-NUM (Love-Oriented Numeracy Model) di MIN 4 Dowora, Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) melalui lima tahapan, yaitu membangun hubungan dan keterlibatan awal, observasi partisipatif, identifikasi kebutuhan melalui diskusi, refleksi bersama terhadap permasalahan dan aset madrasah, serta perumusan kebutuhan pengembangan model. Data diperoleh melalui observasi, diskusi, dokumentasi, dan asesmen kebutuhan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pendampingan mengidentifikasi kebutuhan penguatan dalam perencanaan pembelajaran numerasi, pemetaan kebutuhan belajar peserta didik, penggunaan aktivitas kontekstual dan media visual, serta integrasi nilai kasih sayang. Di sisi lain, pengalaman guru, hubungan positif guru dan peserta didik, dukungan kepala madrasah, serta lingkungan lokal menjadi aset pendukung pengembangan model. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan rancangan awal LOVE-NUM yang terdiri atas lima komponen, yaitu Love Values, Observation, Visualization, Engagement, dan Numeracy Development. Kegiatan ini menghasilkan pemetaan kondisi awal dan kebutuhan guru serta rancangan konseptual awal LOVE-NUM sebagai dasar pengembangan perangkat pembelajaran dan pendampingan lanjutan.
Copyrights © 2026