Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Final Semester Students' Perception of Difficulties in Solving Proof Problems in Real Analysis Course Sri Susilawati Abdullah; I Ikrimah; Rosdiana IM
Golden Ratio of Social Science and Education Vol. 6 No. 1.1 (2026): Special Issue: Transformation of Islamic and General Education in the Era of
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grsse.v6i1.1.2336

Abstract

The Real Analysis course is a core course that emphasizes mathematical proof skills as indicators of students' deductive thinking. However, various findings show that proving is still a major difficulty, including for final-semester students. This study aims to describe the perceptions of final-semester students regarding the difficulties in solving proof problems in a Real Analysis course. This study used a descriptive qualitative approach with subjects being final-semester students of the Mathematics Education Study Program who had taken the Real Analysis course. Data were analyzed using thematic analysis and triangulation techniques to ensure data validity. The results show that students perceive difficulties in proving, especially in the stages of determining the initial steps of the proof, using formal definitions, and arranging a logical and systematic proof flow. In addition, negative perceptions of mathematical proof and procedural learning experiences reinforce these difficulties. This study concludes that difficulties in proving in Real Analysis courses are multidimensional, encompassing conceptual, structural, and affective aspects. These findings are expected to serve as a basis for developing Real Analysis learning strategies that are more focused on the proof process and students' needs.
PENDAMPINGAN GURU MAN SULA DALAM PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BERBASIS DEEP LEARNING DENGAN PEMANFAATAN AI Rosdiana Im; Adiyana Adam; Kartini Kartini; Sahjad M.Aksan; Minggusta Juliadarma
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.3759-3765

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru-guru MAN Sula dalam menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis deep learning dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan guru secara aktif dalam seluruh tahapan siklus: perencanaan, aksi, evaluasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui forum MGMP dengan melibatkan 15 guru dari berbagai mata pelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh guru berhasil menyusun modul ajar sesuai capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka 2025. Modul yang dihasilkan memuat strategi pembelajaran berbasis proyek, asesmen autentik, serta integrasi sederhana AI, seperti pembuatan soal adaptif. Proses presentasi dan refleksi memperlihatkan adanya peningkatan kreativitas, literasi digital, serta kepercayaan diri guru dalam merancang pembelajaran bermakna. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan infrastruktur digital dan kesenjangan literasi teknologi, forum MGMP dengan pendekatan PAR terbukti mampu mengatasi hambatan melalui kolaborasi dan saling dukung antar guru. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk modul ajar, tetapi juga memperkuat budaya kolaboratif dan profesionalisme guru di MAN Sula.
PENDAMPINGAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MODEL LOVE-NUM UNTUK PENGUATAN NUMERASI FONDASI BERBASIS KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MIN 4 DOWORA KOTA TIDORE KEPULAUAN Rosdiana Im; Rinelsa R Husaen; Haryati Haryati; Yani Djawa; Rusmini Hamisi; Sarif La Alewu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.%p

Abstract

Penguatan numerasi fondasi di Madrasah Ibtidaiyah perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan berhitung, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang sesuai Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengidentifikasi kondisi pembelajaran numerasi fondasi, kebutuhan guru, serta merumuskan rancangan awal Model LOVE-NUM (Love-Oriented Numeracy Model) di MIN 4 Dowora, Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) melalui lima tahapan, yaitu membangun hubungan dan keterlibatan awal, observasi partisipatif, identifikasi kebutuhan melalui diskusi, refleksi bersama terhadap permasalahan dan aset madrasah, serta perumusan kebutuhan pengembangan model. Data diperoleh melalui observasi, diskusi, dokumentasi, dan asesmen kebutuhan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pendampingan mengidentifikasi kebutuhan penguatan dalam perencanaan pembelajaran numerasi, pemetaan kebutuhan belajar peserta didik, penggunaan aktivitas kontekstual dan media visual, serta integrasi nilai kasih sayang. Di sisi lain, pengalaman guru, hubungan positif guru dan peserta didik, dukungan kepala madrasah, serta lingkungan lokal menjadi aset pendukung pengembangan model. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan rancangan awal LOVE-NUM yang terdiri atas lima komponen, yaitu Love Values, Observation, Visualization, Engagement, dan Numeracy Development. Kegiatan ini menghasilkan pemetaan kondisi awal dan kebutuhan guru serta rancangan konseptual awal LOVE-NUM sebagai dasar pengembangan perangkat pembelajaran dan pendampingan lanjutan.